SDGS 14 : Life Below Water

Collaboration for Enhancing Human Resource Competence in Fisheries and Aquatic Ecosystems

Universitas Terbuka Palembang collaborates with the Palembang Center for Public Waters Fisheries Research and Fisheries Extension to improve human resources’ competence in fisheries. The program aims to provide education and training related to sustainable aquatic and fisheries management. Through this initiative, the Universitas Terbuka helps build local capacity in responsible fisheries management practices, supports the conservation of marine ecosystems, and positively impacts surrounding communities.

  1. Visiting Lecturer – Biological Invasion in Marine Environment

To improve insight and develop knowledge of the academic community at the Universitas Terbuka’s Faculty of Science and Technology. The Agribusiness Study Program and the Biology Study Program collaborate in organizing visiting lecturer activities. The visiting lecturer activity was held online on Thursday, December 14, 2023 (zoom and YouTube). The theme of the visiting lecturer is Biological Invasion in Marine Environment. 

2. Guest Lecture – Trends in Processed Fisheries Products and Markets Towards Indonesia Golden 2045

Universitas Terbuka is committed to raising awareness of sustainable fisheries management practices by organizing a public lecture titled “Tren Produk Olahan dan Pasar Perikanan Menuju Indonesia Emas 2045.” In this lecture, the potential of the fisheries sector as a high-value food source for Indonesia’s future and the importance of technological innovation in the processing and utilization of environmentally friendly fishery products were presented. This initiative is designed to support food security and sustainable economic growth, in line with national development goals, while providing education for the wider community, academics, and stakeholders regarding good and sustainable fisheries practices.

3. Webinar – The Role of Fisheries Monitoring in National Fisheries Governance

Universitas Terbuka organized a webinar entitled “Peran Pengawasan Perikanan dalam Tata Kelola Perikanan Nasional,” which presented the Director of Marine Resources and Fisheries Management Monitoring from the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries as the main speaker. This webinar focuses on the importance of adequate supervision in fisheries governance to support the sustainability of the national fisheries sector. Through this activity, UT strengthens its role in supporting public education and understanding of responsible fisheries resource management. This initiative aligns with UT’s commitment to achieving the Sustainable Development Goals, particularly in Indonesia’s marine ecosystem conservation and sustainable fisheries management.

14.2 Supporting aquatic ecosystems through education

Judul Berita

TBA

TBA

Judul Berita

TBA

Judul Berita

TBA

14.3 Supporting aquatic ecosystems through action

6 Januari 2024  

Melalui berbagai upaya dan inisiatif, UT telah memainkan peran penting dalam menciptakan masyarakat yang berkelanjutan dan menyumbang pada tujuan pembangunan nasional, salah satunya dengan program UT Green University (UTGU). Melalui program UTGU, UT aktif terlibat dalam upaya perlindungan dan pemeliharaan lingkungan alam, pengelolaan sumber daya, dan mitigasi perubahan iklim. Salah satu langkah konkret yang dilakukan oleh UT adalah pengembangan kebijakan dan praktik pengelolaan limbah yang efektif dan berkelanjutan. UT memastikan bahwa pengelolaan limbah di Kantor UT Pusat dan UT Daerah dilakukan dengan mematuhi standar lingkungan yang ketat, serta mengadopsi prinsip-prinsip daur ulang dan pembuangan yang aman.

Number of low students receiving significant financial aid

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

19 Agustus 2024

Penghematan Air

  1. Gunakan air seperlunya sesuai kebutuhan
  2. Pastikan kran air tertutup bila meninggalkan toilet, pantry, dan ruang lain yang memiliki sarana kran air.

 

Perilaku Pengehematan Air

  1. Matikan kran air yang mengalirkan air tanpa kontrol di sekitar gedung dan taman atau laporkan kepada petugas kebersihan taman.
  2. Laporkan kepada Bagian Rumah Tangga bila ditemukan kran dan pipa air yang rusak
  3. Saling mengingatkan sesama karyawan UT untuk penghematan air.

Kolam UT dapat menampung air sekitar 150.000.000 m3 dan sumur penduduk sekitar kolam tidak kekeringan, selain itu konservasi air dapat menampung air hujan tanah dan meresapkan air ke dalam tanah. Manfaat konservasi air tersebut antara lain ketika musim hujan tidak terjadi banjir dan sebaliknya, ketika kemarau masih terdapat cadangan air tanah.
Kantor UT Pusat memiliki danau buatan seluas 2,5 Ha yang berfungsi untuk konservasi air dan menerapkan eco drainage, yang merupakan drainase ramah lingkungan (drainase inkonvensional).Danau ini berfungsi sebagai pengurang banjir dan menstabilkan aliran air di sekitar lingkungan Universitas Terbuka, berbagai jenis ikan dan hewan juga ditemukan di danau dan lingkungan sekitarnya. Pelestarian fauna dijaga dengan melarang perburuan dan penangkapan ikan. Selain manfaat lingkungannya, danau ini berfungsi sebagai fasilitas rekreasi bagi komunitas akademik Universitas Terbuka.
Di tengah danau, terdapat gazebo yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan seperti olahraga dan pertemuan.
Pemeliharaan danau dilakukan setiap hari untuk membersihkannya dari limbah organik seperti daun dan cabang yang jatuh.
Praktik konservasi air lainnya adalah BioPore. BioPore membuat tanah di kampus menjadi subur, meningkatkan pertumbuhan tanaman, dan mengurangi genangan air saat hujan, mencegah kemungkinan banjir lokal.

Judul Berita

TBA

Judul Berita

TBA

14.4 Water sensitive waste disposal

Sehubungan dengan komitmen Universitas Terbuka (UT) terhadap Upaya pelestarian dan keberlanjutan lingkungan dengan konsep Green Campus, terdapat beberapa poin kebijakan yang tertuang antara lain: Menugaskan kepada pimpinan unit kerja dan seluruh pegawai untuk berpartisipasi aktif mewujudkan pembatasan penggunaan kertas dan plastik di unit kerja masing-masing, mendorong pemanfaatan kertas secara hemat, meminimalisir penggunaan kemasan sekali pakai pada sajian makan/minum dan mendorong penggunaan tempat/botol air minum (tumbler) dan wadah minuman (pitcher) kepada seluruh civitas, Meningkatkan penggunaan Office Automation (OA) yaitu aplikasi PANUTAN untuk membuat seluruh dokumen tata naskah dinas dan persuratan untuk seluruh kegiatan UT dengan konsep paperless akademika.

Number of low students receiving significant financial aid

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Judul Berita

TBA

14.5 Maintaining a local ecosystem

Judul Berita

TBA

Judul Berita

TBA

13 Desember 2024

Dosen Magister Studi Lingkungan Universitas Terbuka, Dr. Sodikin, bersama Yayasan Lingkungan Hidup Estuari, memprakarsai penanaman 1.000 bibit mangrove Rhizophora Mucronata di Desa Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, sebagai langkah strategis mengatasi banjir rob dan abrasi di wilayah pesisir. Kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan STKIP Al Amin Indramayu ini bertujuan memperkuat kesadaran ekologis generasi muda sekaligus menurunkan emisi karbon melalui restorasi mangrove. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas lokal ini diharapkan memberi dampak berkelanjutan bagi mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem pesisir di Indramayu.

Pemanfaatan lahan pekarangan sempit merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi ketersediaan lahan bagi masyarakat yang semakin berkurang, akibat alih fungsi lahan dari sektor pertanian ke nonpertanian. Akuaponik merupakan salah satu pemanfaatan lahan pekarangan sempit untuk mendukung ketahanan pangan bagi masyarakat sekitar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) dilaksanakan di kelompok karang taruna Pancasaka RT 04/RW 09, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan sebanyak 20 orang. Hasil kegiatan abdimas ini menunjukkan bahwa ada perubahan tingkat pengetahuan anggota kelompok karang taruna Pancasaka dari tidak tahu menjadi tahu tentang pemanfaatan sistem akuaponik dalam pekarangan sempit; memiliki keterlibatan yang tinggi dalam setiap tahapan proses abdimas UT, serta mampu mempraktekkan metode mina tani dengan sistem akuaponik.

Judul Berita

TBA

14.2 Supporting Aquatic Ecosystem Through Education

Mahasiswa UT Jember dan Warga Semboro Wujudkan Desa Iklim Tangguh Banjir

14 Oktober 2025

Mahasiswa Universitas Terbuka Jember Berkolaborasi dengan Masyarakat dalam Konservasi Sungai dan Edukasi Lingkungan

Universitas Terbuka melalui Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UT Jember berkolaborasi dengan masyarakat Desa Semboro dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025 bertema Desa Iklim. Program ini berfokus pada mitigasi banjir dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan melalui kegiatan yang melibatkan mahasiswa, pelajar, karang taruna, dan warga setempat. Salah satu kegiatan yang relevan dengan perlindungan ekosistem air tawar adalah konservasi sungai dan edukasi lingkungan. Mahasiswa UT Jember bersama masyarakat melaksanakan aksi bersih-bersih sungai serta memberikan penyuluhan kepada pelajar mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai dan mengurangi risiko bencana lingkungan. Program tersebut juga mencakup restorasi lahan di sekitar sungai melalui penanaman 500 bibit pohon aren, ketepeng, dan alpukat. Kegiatan ini mendukung upaya menjaga kondisi lingkungan bantaran sungai, mengurangi risiko erosi, dan meningkatkan daya serap air. Melalui kolaborasi tersebut, UT Jember turut berkontribusi dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan sungai. Kegiatan ini menjadi contoh penerapan edukasi dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem air tawar serta lingkungan di sekitarnya.

  1. Penyuluhan Lingkungan Bagi Pelajar dan Generasi Muda: Mahasiswa Universitas Terbuka Jember menyelenggarakan edukasi langsung kepada pelajar sekolah mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai, mengurangi risiko bencana lingkungan, serta melestarikan ekosistem air tawar.
  2. Edukasi Praktis Melalui Aksi Bersih Sungai: Program pendidikan ekosistem diwujudkan secara aplikatif melalui aksi bersih-bersih sungai (river clean-up) yang melibatkan partisipasi aktif warga setempat, karang taruna, dan pelajar untuk membangun kesadaran kolektif.
  3. Pembelajaran Mitigasi Bencana dan Restorasi Bantaran Sungai: Masyarakat lokal dibekali pemahaman mengenai pentingnya vegetasi di sekitar aliran air tawar melalui penanaman 500 bibit pohon (aren, ketepeng, dan alpukat) guna mencegah erosi, meningkatkan daya serap air, dan mencegah banjir.
  4. Penguatan Kapasitas Komunitas Berbasis Program “Desa Iklim”: Kolaborasi melalui PPK Ormawa ini menjadi sarana pendidikan berkelanjutan (educational outreach) yang mengintegrasikan pengetahuan akademis dengan aksi nyata komunitas lokal dalam mengelola dan melindungi ekosistem air tawar di wilayahnya.

 

Sumber:

https://jember.times.co.id/news/pendidikan/G9zF4oolR/Mahasiswa-UT-Jember-dan-Warga-Semboro-Wujudkan-Desa-Iklim-Tangguh-Banjir

Universitas Terbuka Berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin Memberdayakan Pembudidaya Ikan Nila melalui Pendampingan dan Teknologi Budidaya

29 Juli 2025

Universitas Terbuka melalui UT Makassar berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam program Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PKM-KI) yang dilaksanakan di Dusun Tanah Cicca, Desa Salipolo, Kabupaten Pinrang, pada Juli 2025. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kapasitas dan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha pembenihan ikan nila monoseks.

 

Program tersebut melibatkan sekitar 30 anggota Kelompok Pembudidaya Ikan Sipakatuo. Para peserta memperoleh pendampingan mengenai teknologi budidaya ikan, pembuatan pakan, dan efisiensi penggunaan pakan untuk mendukung produktivitas usaha. Sebagai bagian dari kegiatan, tim pengabdian juga menyerahkan mesin produksi pakan ikan kepada kelompok pembudidaya. Fasilitas tersebut diharapkan membantu masyarakat memproduksi pakan secara mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan, dan meningkatkan efisiensi biaya operasional budidaya. Melalui kegiatan ini, UT berkontribusi dalam transfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat pembudidaya ikan. Pendampingan tersebut mendukung penguatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha perikanan budidaya yang produktif dan berkelanjutan.

  1. Edukasi dan Transfer Teknologi Budidaya Berkelanjutan
    Edukasi langsung kepada 30 anggota Kelompok Pembudidaya Ikan Sipakatuo mencakup materi teknologi budidaya ikan nila monoseks, pembuatan pakan, serta efisiensi pakan. Pengetahuan ini membekali pembudidaya lokal dengan teknik akuakultur yang efisien, terukur, dan ramah lingkungan, sekaligus mengurangi risiko pencemaran perairan akibat sisa pakan yang berlebihan.
 
  1. Penguatan Kapasitas Komunitas Lokal (Capacity Building)
    Salah satu fokus utama SDG 14 adalah memberdayakan masyarakat pesisir dan lokal agar mampu mengelola sumber daya perairan secara mandiri. Pendampingan dari akademisi UT dan Unhas meningkatkan wawasan teknis serta keterampilan praktis pembudidaya, mengubah pola pikir budidaya tradisional menjadi berbasis sains dan efisiensi.
 
  1. Kemandirian Operasional dan Pengurangan Beban Ekologis
    Penyerahan mesin produksi pakan ikan memungkinkan masyarakat memproduksi pakan secara mandiri dan menekan biaya operasional. Dari sudut pandang akuakultur berkelanjutan, penggunaan pakan mandiri berbasis bahan lokal membantu mengurangi ketergantungan pada pakan komersial yang sering kali menggunakan bahan baku penangkapan ikan berlebih (overfishing).
 
  1. Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas Ekonomi Lokal
    Pengembangan pembudidayaan ikan nila monoseks meningkatkan produktivitas hasil panen secara signifikan. Hasil budidaya yang lebih stabil dan ekonomis mendukung ketahanan pangan serta kesejahteraan ekonomi pembudidaya lokal tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem perairan darat dan pesisir sekitar.

 

Sumber:

https://padek.jawapos.com/pendidikan-sains/2507290022/pkm-kolaborasi-ut-unhas-dorong-peningkatan-ekonomi-petambak-ikan-nila

Simulasi Darurat di Laut, UT Bangka Belitung Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Nelayan

15 November 2025

Universitas Terbuka melalui mahasiswa UT Bangka Belitung melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi bertajuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Baru melalui Peningkatan Keselamatan Laut di Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Kegiatan melibatkan komunitas nelayan setempat serta Pos SAR Belitung sebagai mitra dalam peningkatan kapasitas masyarakat pesisir.

 

Selain memberikan edukasi mengenai keselamatan melaut, pemantauan kondisi cuaca, penggunaan alat keselamatan, dan penanganan keadaan darurat, mahasiswa UT juga memberikan edukasi kepada nelayan mengenai praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut mengintegrasikan keselamatan aktivitas perikanan dengan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya dan ekosistem laut.

 

Edukasi mengenai praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan memberikan pemahaman kepada masyarakat nelayan bahwa kegiatan penangkapan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keberlanjutan sumber daya ikan dan perlindungan habitat perairan. Dengan demikian, kegiatan ini mendukung peningkatan kesadaran komunitas pesisir terhadap praktik perikanan yang lebih bertanggung jawab dan mengurangi risiko praktik penangkapan yang dapat merusak ekosistem laut.

 

Sumber:

https://www.ut.ac.id/berita-daerah/2025/11/simulasi-darurat-di-laut-ut-bangka-belitung-tingkatkan-kesadaran-keselamatan-nelayan/

Universitas Terbuka Menyoroti Tantangan Ekosistem Laut dan Penurunan Populasi Ikan Bersama Masyarakat Pulau Untung Jawa

25 November 2025

Universitas Terbuka melalui kegiatan kunjungan kepada masyarakat Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, turut mengangkat potensi wisata bahari dan tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir, termasuk nelayan dan pengelola wisata. Dalam pemberitaan tersebut, kondisi ekosistem laut menjadi salah satu isu penting. Kerusakan terumbu karang disebut berkaitan dengan penurunan populasi ikan, yang berdampak pada kegiatan memancing dan pendapatan masyarakat setempat. Kondisi ini memperlihatkan hubungan erat antara kesehatan ekosistem laut, ketersediaan sumber daya ikan, dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dan habitat ikan. Perlindungan terumbu karang, pemeliharaan habitat laut, dan pengelolaan sumber daya ikan secara bertanggung jawab merupakan aspek penting dalam mendukung keberlanjutan perikanan. Keterlibatan perguruan tinggi dalam kegiatan yang berinteraksi dengan masyarakat pesisir dapat membuka ruang bagi edukasi mengenai perlindungan ekosistem laut dan pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

 

1. Penyuluhan dan Edukasi Langsung Komunitas Pesisir: Kunjungan dan interaksi akademisi UT dengan nelayan serta pengelola wisata di Pulau Untung Jawa menjadi wadah edukasi publik untuk membangun pemahaman kritis masyarakat lokal mengenai pentingnya perlindungan habitat laut. 

 

2. Kesadaran Dampak Penangkapan Ikan yang Merusak (Destructive Fishing): Penekanan isu kerusakan terumbu karang dalam kegiatan tersebut memberikan penyadaran langsung kepada masyarakat mengenai bahaya praktik penangkapan ikan ekstrim (seperti bom/racun ikan) yang merusak struktur terumbu karang sebagai rumah biota laut. 

 

3. Edukasi Ancamannya Penangkapan Berlebihan (Overfishing): Diskusi mengenai penurunan populasi ikan dan dampaknya pada pendapatan nelayan membantu menyadarkan komunitas lokal akan risiko overfishing, sehingga mendorong pentingnya menjaga kuota dan siklus reproduksi alami ikan. 

 

4. Pencegahan Aktivitas Penangkapan Tak Teratur dan Ilegal (IUU Fishing): Dialog bersama komunitas nelayan mendorong pentingnya tata kelola perikanan yang bertanggung jawab, terdata, dan legal guna melindungi hak nelayan tradisional serta mencegah kepunahan sumber daya ikan setempat. 

 

5. Peran Perguruan Tinggi dalam Menjaga Kesejahteraan Berkelanjutan: Keterlibatan aktif UT membuktikan peran sektor pendidikan dalam menjembatani literasi konservasi dengan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan sumber daya perikanan secara ramah lingkungan.

 

Sumber: https://milenianews.com/pendidikan/ut-datangi-masyarakat-wisata-bahari-kreativitas-pemuda-dan-harapan-nelayan-di-untung-jawa-kepulauan-seribu/

14.3 Supporting Aquatic Ecosystem Through Action

Universitas Terbuka Mengajak Mahasiswa dan Masyarakat Berkolaborasi Menjaga Kelestarian Ekosistem Pesisir

5 November 2025

Universitas Terbuka mendorong pelestarian lingkungan pesisir melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di Pantai Karang Mas, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Program yang melibatkan mahasiswa UT dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Pantai Karang Mas ini merupakan bagian dari praktik mata kuliah Pemberdayaan Masyarakat yang dilaksanakan sejak Oktober 2025. Kegiatan tersebut mencakup pemasangan spanduk edukatif bertema pelestarian lingkungan, pemberian label nama pada sekitar 20 tumbuhan endemik Bangka Belitung, serta rencana aksi bersih pantai yang melibatkan pelajar, organisasi lokal, dan masyarakat. Inisiatif ini menggabungkan edukasi lingkungan dengan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan kawasan pesisir. Melalui kegiatan tersebut, UT berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan pantai sebagai bagian dari ekosistem pesisir. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas lokal untuk mendukung pemanfaatan kawasan pesisir secara bertanggung jawab.

 

  1. Edukasi Visual dan Kesadaran Ekosistem Pesisir
    Pemasangan spanduk edukatif dan penabelan nama pada sekitar 20 jenis tumbuhan endemik Bangka Belitung berfungsi sebagai media promosi konservasi berbasis kawasan. Edukasi ini memberikan pemahaman langsung kepada pengunjung dan masyarakat sekitar mengenai keanekaragaman hayati pesisir serta peran penting vegetasi lokal dalam menjaga stabilitas pantai dari abrasi dan degradasi lingkungan.
 
  1. Aksi Parsipatif Bersih Pantai (Coastal Clean-Up)
    Rencana aksi bersih pantai yang melibatkan mahasiswa, pelajar, organisasi lokal, dan warga sekitar merupakan bentuk kampanye langsung dalam menekan polusi sampah pesisir dan laut. Pengurangan sampah pantai secara langsung melindungi ekosistem perairan dari masuknya mikroplastik dan polutan yang mengancam biota laut.
 
  1. Kolaborasi Komunitas untuk Pemanfaatan Berkelanjutan
    Sinergi antara perguruan tinggi, kelompok tani hutan, dan masyarakat lokal menunjukkan pendekatan inklusif dalam pengelolaan kawasan pesisir secara bertanggung jawab. Kolaborasi ini memastikan bahwa pemanfaatan kawasan pantai untuk aktivitas sosial maupun ekonomi tetap menyelaraskan prinsip perlindungan lingkungan dan kelestarian ekosistem.

 

Inisiatif ini menegaskan peran strategis UT dalam menggerakkan kesadaran kolektif serta menyelenggarakan agenda nyata yang berfokus pada pelindungan, konservasi, dan pengelolaan berkelanjutan bagi sumber daya pesisir dan laut.

 

Sumber:

https://www.ut.ac.id/berita-daerah/2025/11/kuliah-bisa-bikin-dampak-mahasiswa-ut-buktikan-lewat-aksi-di-pantai-karang-mas/

Rencana Strategis Universitas Terbuka Green University Berorientasi SDGs Tahun 2022–2025

31 Desember 2025

Universitas Terbuka melalui Rencana Strategis UT Green University Tahun 2022–2025 menetapkan arah pengembangan universitas yang mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam pengelolaan kampus. Salah satu tujuan pengembangan strategi UT Green University adalah mendorong pemanfaatan keanekaragaman hayati secara bertanggung jawab, termasuk melalui pembelian makanan organik serta menghindari penggunaan bahan kimia beracun.

 

Arah strategis tersebut menunjukkan komitmen Universitas Terbuka untuk mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam penyediaan dan konsumsi pangan di lingkungan universitas. Pendekatan ini menjadi dasar bagi pengembangan praktik pengadaan pangan yang lebih ramah lingkungan dan bertanggung jawab, termasuk untuk produk pangan yang bersumber dari ekosistem darat maupun perairan.

 

Renstra UT Green University menunjukkan adanya arah kebijakan institusional UT untuk mendorong konsumsi dan pengadaan pangan yang memperhatikan prinsip keberlanjutan melalui pembelian makanan organik dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara bertanggung jawab.

 

Evidence ini memiliki relevansi dengan indikator 14.3.2 sebagai kerangka kebijakan pangan berkelanjutan di lingkungan kampus. Namun, Renstra belum secara khusus menetapkan ketentuan mengenai produk pangan yang berasal dari ekosistem perairan atau persyaratan bahwa hasil perikanan harus berasal dari sumber yang dipanen secara berkelanjutan.

 

Sumber:

https://greencampus.ut.ac.id/uploads/20260626-084059-953223428a.pdf

Universitas Terbuka Mendorong Ketahanan Pangan melalui Edukasi Budidaya Ikan dan Teknologi Akuaponik

Jurnal Tahun 2022

Universitas Terbuka berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat yang memperkenalkan teknik budidaya ikan dan pemanfaatan teknologi akuaponik. Salah satu program yang dipublikasikan dalam jurnal pengabdian UT adalah kegiatan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) dan vertikultur akuaponik yang dilaksanakan oleh tim UT Bogor.

Program tersebut memberikan pendampingan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan ikan dan sayuran secara mandiri. Pendekatan ini membantu masyarakat memahami alternatif produksi pangan berbasis perairan yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga maupun kawasan permukiman.

 

Penerapan teknologi budidaya dan akuaponik juga dapat mendukung pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien, terutama ketika pengelolaan air dan kebutuhan produksi dilakukan dengan baik. Melalui transfer pengetahuan kepada masyarakat, UT mendukung pengembangan praktik produksi pangan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

 

  1. Model Praktik Budidaya Berkelanjutan (Sustainable Farming standard)
    Meskipun diterapkan dalam skala pengabdian masyarakat, teknologi akuaponik dan budikdamber yang diusung UT menekankan efisiensi penggunaan air dan pemanfaatan lahan terbatas tanpa merusak lingkungan. Prinsip budidaya tertutup dan terukur ini menjadi rujukan teknis (benchmark) bagi kampus dalam menetapkan kriteria atau standar pangan perairan (aquaculture) yang ramah lingkungan dan bebas pemborosan sumber daya.
  1. Potensi Inovasi Pengadaan Pangan Mandiri Berkelanjutan (In-house Sustainable Procurement)
    Transfer pengetahuan dan teknologi akuaponik yang dikuasai oleh civitas akademika UT memberikan dasar teknis untuk merancang kebijakan pengadaan pangan internal. Kampus dapat memanfaatkan model akuaponik berbasis teknologi ini untuk menyediakan sebagian kebutuhan bahan pangan berbasis perairan di lingkungan kampus secara mandiri (self-sustainability), sehingga rantai pasok pangan kampus terjamin kelestariannya.
  1. Edukasi Kebijakan Rantai Pasok Pangan Hemat Sumber Daya
    Keberhasilan pengabdian ini membuktikan bahwa produksi ikan dan sayuran dapat dilakukan secara efisien dengan manajemen air yang terukur. Pemahaman ini mendukung perumusan kebijakan pengadaan pangan kampus yang memprioritaskan pemasok atau metode budidaya yang mengedepankan efisiensi air, bebas bahan kimia berbahaya, dan tidak merusak ekosistem perairan alami.
 
Sumber:

Spatial Analysis of Mangrove Change and Rehabilitation Guidelines in the North Coast Area of West Java Province, Indonesia

22 Juli 2025

Universitas Terbuka melalui peneliti dari Program Magister Studi Lingkungan, Program Magister Administrasi Publik, dan Program Doktor Administrasi Publik melakukan penelitian terhadap perubahan ekosistem mangrove di kawasan pesisir utara Provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan analisis spasial berbasis citra satelit deret waktu untuk mengidentifikasi perubahan tutupan mangrove, wilayah yang mengalami deforestasi, serta lokasi yang memerlukan rehabilitasi.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara keseluruhan luas mangrove di kawasan penelitian meningkat dari 1.616,35 hektare pada 2001 menjadi 3.122,56 hektare pada 2022, terdapat sembilan kabupaten yang mengalami deforestasi dan membutuhkan rehabilitasi. Penelitian selanjutnya melakukan analisis kesesuaian lahan untuk menentukan wilayah yang dapat direhabilitasi berdasarkan kondisi fisik, penggunaan lahan, status lahan, dan teknik penanaman.

 

Penelitian juga merekomendasikan jenis vegetasi mangrove yang sesuai untuk rehabilitasi, antara lain Avicennia sp., Rhizophora sp., Bruguiera sp., Acrostichum sp., Sonneratia sp., dan Nypa fruticans. Arahan rehabilitasi mencakup penerapan sistem silvofishery pada kawasan budidaya, pembentukan sabuk hijau pada bantaran sungai, serta penanaman mangrove pada kawasan permukiman yang berbatasan langsung dengan pantai dan area budidaya ikan.

 

Melalui penelitian tersebut, Universitas Terbuka berkontribusi secara langsung melalui kegiatan penelitian berbasis bukti dalam mengidentifikasi kawasan mangrove yang terdegradasi dan merumuskan arahan rehabilitasi yang mempertimbangkan kondisi ekologis serta karakteristik lokasi. Hasil penelitian dapat menjadi dasar ilmiah bagi upaya mempertahankan, memulihkan, dan meningkatkan keberlanjutan ekosistem mangrove beserta fungsi ekologis dan keanekaragaman hayati yang didukungnya.

 

Evidence ini relevan dengan indikator 14.3.3 karena menunjukkan keterlibatan langsung Universitas Terbuka melalui penelitian untuk memelihara, memulihkan, dan mendukung perluasan ekosistem mangrove beserta keanekaragaman hayatinya, terutama pada kawasan pesisir yang mengalami deforestasi dan membutuhkan rehabilitasi Pendekatan tersebut mendukung perlindungan ekosistem dan keanekaragaman hayati melalui penyediaan dasar ilmiah untuk rehabilitasi mangrove, pembentukan sabuk hijau, dan penerapan silvofishery yang mempertimbangkan keberlanjutan fungsi ekologis kawasan pesisir.

 

Sumber:

https://www.pjoes.com/Spatial-Analysis-of-Mangrove-Change-nand-Rehabilitation-Guidelines-in-the-North-Coast%2C191530%2C0%2C2.html

 

DOI: https://doi.org/10.15244/pjoes/191530

Visiting Lecturer FST-UT Bahas Spesies Invasif di Perairan Indonesia

25 Juli 2025

Komitmen FST-UT dalam Mitigasi Spesies Invasif Demi Mengurangi Ancaman terhadap Ekosistem Perairan

 

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memelihara ekosistem dan keanekaragaman hayati yang terancam, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka (FST-UT) menyelenggarakan Visiting Lecturer bertajuk “Invasive Species in Indonesian Waters”. Mengingat perairan Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati namun sangat rentan terhadap gangguan ekologi, FST-UT bekerja sama dengan pakar internasional untuk mengkaji ancaman spesies asing invasif terhadap keberlangsungan biota air lokal. Melalui kegiatan akademik dan riset terapan ini, FST-UT aktif membekali sivitas akademika dengan pemahaman tata kelola ekosistem perairan guna mencegah kepunahan spesies asli serta menjaga kelestarian ekosistem akuatik yang terancam sesuai target SDGs 14.

 

  1. Perlindungan Ekosistem Asli yang Terancam (Protection of Threatened Ecosystems):
    Spesies asing invasif merupakan salah satu ancaman utama yang memicu kepunahan biota lokal dan merusak keseimbangan rantai makanan di ekosistem perairan darat/sungai Indonesia. Pembahasan mendalam mengenai dampak dan jalur penyebaran spesies invasif ini menjadi langkah strategis UT dalam mengidentifikasi serta melindungi ekosistem akuatik rentan dari ancaman kerusakan permanen.
  2. Strategi Konservasi Keanekaragaman Hayati Akuatik Lokal:
    Kegiatan ilmiah yang menghadirkan pakar internasional Prof. Jiří Patoka ini berfokus pada pentingnya menjaga kelestarian spesies air asli (native species) Indonesia. Melalui pemahaman jalur invasi spesies asing, akademisi FST-UT dapat merancang langkah mitigasi konkret untuk mempertahankan dan memulihkan populasi biota air lokal yang terancam.
  3. Penguatan Kapasitas Riset dan Aksi Konservasi Berbasis Bukti Ilmiah:
    Keterlibatan langsung para dosen dan mahasiswa program studi Biologi, Agribisnis, serta Teknologi Pangan membangun fondasi riset terapan. Riset ini berguna untuk memantau keberadaan spesies invasif di lapangan sekaligus merumuskan strategi pengelolaan ekosistem perairan berkelanjutan demi memperluas daya dukung keanekaragaman hayati lokal.
 

Mapping the Habitat of Demersal Fish Resources to Determine Suitable Fishing Gear

26 Maret 2025

Universitas Terbuka melalui keterlibatan peneliti Donwill Panggabean berkontribusi dalam penelitian mengenai pemetaan habitat sumber daya ikan demersal untuk menentukan jenis alat tangkap yang sesuai di tujuh wilayah pesisir Provinsi Bengkulu, yaitu Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur.

 

Penelitian memanfaatkan data batimetri, jenis substrat, kecerahan perairan, serta data sumber daya ikan demersal. Data tersebut dianalisis menggunakan perangkat pemetaan dan analisis statistik untuk menghasilkan peta tematik dan informasi spasial mengenai karakteristik habitat ikan demersal. Hasil pemetaan kemudian digunakan untuk menentukan hubungan antara kondisi habitat dengan jenis alat tangkap yang sesuai.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik habitat ikan demersal berbeda antarwilayah pesisir. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian mengidentifikasi beberapa jenis alat tangkap yang sesuai, seperti hand line, cast net, set net, bottom long line, seine net, dan ocean drift gillnet. Pendekatan berbasis habitat ini memberikan dasar ilmiah bagi pemilihan alat tangkap yang lebih sesuai dengan karakteristik perairan dan sumber daya ikan di masing masing wilayah.

 

Melalui penerapan pemetaan habitat dan analisis spasial, penelitian ini menunjukkan pemanfaatan teknologi dan praktik berbasis data untuk mendukung pengelolaan kegiatan perikanan tangkap. Informasi mengenai kesesuaian alat tangkap dengan habitat dapat digunakan sebagai dasar untuk mengarahkan praktik penangkapan yang lebih tepat terhadap kondisi ekosistem perairan.

 

Pemanfaatan teknologi pemetaan habitat dan praktik pemilihan alat tangkap yang sesuai dengan karakteristik ekosistem dapat mendukung sektor perikanan dalam meminimalkan atau mencegah tekanan dan potensi kerusakan terhadap ekosistem perairan

 

Sumber:

https://doi.org/10.1051/bioconf/202516805002

https://agris.fao.org/search/en/records/6800ed62974c899542f7dfecIsi

14.4 Water Sensitive Waste Disposal

Pengelolaan Air Limbah Terpadu dan Pemanfaatan Air Daur Ulang untuk Area Hijau Universitas Terbuka

31 Desember 2025

Universitas Terbuka telah menerapkan fasilitas pengolahan air limbah komprehensif yang menampung, mengolah, dan memanfaatkan kembali air limbah yang dihasilkan di lingkungan kampus. Sistem ini terdiri dari tangki pengolahan khusus dan jaringan pipa yang saling terhubung, yang dirancang untuk memproses air limbah secara efisien. Melalui serangkaian tahapan pengolahan, air limbah disaring dan dimurnikan agar memenuhi standar keselamatan dan lingkungan, sehingga dipastikan aman untuk digunakan kembali. Air limbah yang telah diolah ini dialirkan utamanya untuk penyiraman taman dan ruang terbuka hijau kampus, sehingga mengurangi ketergantungan universitas pada sumber daya air bersih sekaligus menekan jejak ekologis dari operasional kampus karena meminimalkan pembuangan air limbah yang belum terolah ke lingkungan. Praktik ini memungkinkan kampus untuk menjaga vegetasi tetap sehat dan subur sepanjang tahun, bahkan selama musim kemarau atau periode curah hujan rendah. Dengan memanfaatkan air hasil daur ulang untuk menyiram tanaman, Universitas Terbuka dapat mendukung ketersediaan area hijau yang asri di seluruh kampus tanpa menguras cadangan air alami. Hal ini tidak hanya menghemat air tetapi juga mempercantik estetika dan meningkatkan keanekaragaman hayati di lingkungan kampus, sehingga menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi mahasiswa, staf, dan pengunjung. Selain itu, area hijau yang terjaga sepanjang tahun ini membantu meningkatkan kualitas udara, menyediakan peneduh, serta mendukung ekosistem lokal. Melalui penerapan pendekatan berkelanjutan ini, Universitas Terbuka menunjukkan komitmennya terhadap efisiensi sumber daya, penataan lanskap ramah lingkungan, dan pengelolaan kampus yang berkelanjutan.

 

  1. Penerapan Standar Baku Mutu dan Pemurnian Bertahap: Sistem pengolahan air limbah di UT merancang proses penyaringan dan pemurnian secara efisien agar air limbah memenuhi standar keselamatan dan pedoman lingkungan baku mutu sebelum dialirkan kembali untuk dimanfaatkan.
  2. Pencegahan Pencemaran Perairan dan Laut (Zero Untreated Waste): Melalui fasilitas ini, seluruh limbah cair kampus diolah terlebih dahulu sehingga meminimalkan pembuangan air limbah mentah (untreated sewage) ke saluran pembuangan kota, sungai, maupun perairan lepas yang bermuara ke laut.
  3. Pengurangan Pencemaran Nutrien dan Zat Berbahaya: Pengolahan air limbah yang terstruktur memastikan kandungan polutan, bahan kimia, serta limbah organik dalam air limbah telah disaring. Hal ini mencegah terjadinya eutrofikasi (penumpukan nutrisi berlebih) yang dapat merusak ekosistem perairan dan biota di dalamnya.
  4. Daur Ulang Air (Water Reuse) untuk Perlindungan Siklus Hidrologi: Pengalihan air hasil olahan untuk penyiraman taman dan ruang terbuka hijau mengurangi beban pembuangan limbah ke badan air sekaligus menjaga kelestarian cadangan air alami, yang secara tidak langsung mendukung keseimbangan ekosistem daratan dan perairan secara berkelanjutan.
 

Universitas Terbuka Terbitkan Kebijakan Bebas Plastik Sekali Pakai Demi Mewujudkan Green Campus

31 Desember 2025

Universitas Terbuka (UT) secara konsisten memperkuat komitmen Green Campus melalui kampanye pengurangan penggunaan kertas (paperless campaign) di seluruh operasional unit kerja. Sebagai pelopor Pembelajaran Jarak Jauh (PTJJ), UT mengimbau seluruh pegawai dan civitas akademika untuk mengutamakan komunikasi digital melalui email serta dokumen elektronik untuk korespondensi harian. Pencetakan atau penggandaan dokumen fisik hanya dilakukan jika sangat diperlukan, dengan menerapkan kewajiban cetak dan fotokopi bolak-balik (double-sided printing) guna memaksimalkan efisiensi.

Melalui penerapan kebiasaan hemat kertas ini, UT berhasil menekan volume sampah kertas HVS secara signifikan dari tahun ke tahun. Langkah sederhana namun berdampak besar ini menjadi bukti nyata kontribusi UT dalam mendukung SDGs 15 (Ekosistem Daratan) dengan mengurangi jejak karbon, menghemat sumber daya pohon, serta mewujudkan tatakelola kampus yang efisien dan ramah lingkungan.

 

Total volume kertas dan plastik yang dihasilkan tahun ini

Jenis Sampah

Jumlah (ton)

Dihasilkan

Dikurangi

Tahun 2024

Tahun 2025

Plastik

 

  0.269

 

 – PET Bottle

 

  0.269

 

Kertas

15.98

 12.73

 3.25

Kertas HVS A4 (80 gr)

9.74

7.57

2.17

Kertas HVS F4 (80 gr)

6.21

5.15

1.06

Kertas HVS A4 Color Kop UT

0.015

 0.0075

0.0075

Kertas HVS F4 Color Kop UT

0.0125

0.0025

0.01

Kertas HVS Double Kuarto

0.0025

0

0.0025

Kebijakan Rektorat dalam Membatasi Penggunaan Kertas dan Plastik di Universitas Terbuka

Universitas Terbuka juga menerapkan kebijakan bebas plastik selama rapat, yang menunjukkan dedikasinya terhadap keberlanjutan dengan meniadakan penggunaan botol plastik atau air minum kemasan botol pada acara-acara resmi.

2026 UT 3.4_Program_to_Reduce_The_Use_of_Paper_and_Plastic_in_Campus.docx

 

2026 new UT 3.2.Total_volume_of_paper_and_plastic_produced_this year.docx

 

 

  1. Komitmen Green Campus Melalui Aturan Rektorat: UT menerbitkan Kebijakan Rektorat yang secara spesifik membatasi penggunaan kertas dan plastik di seluruh operasional unit kerja guna mewujudkan tata kelola kampus yang ramah lingkungan.
  2. Penerapan Kebijakan Bebas Plastik Saat Rapat: Sebagai bentuk aksi nyata, UT memberlakukan aturan bebas plastik pada seluruh acara resmi dan rapat internal dengan meniadakan penyediaan air minum kemasan botol maupun wadah plastik sekali pakai.
  3. Pengurangan Sampah Plastik Sekali Pakai (PET Bottle): Kebijakan penghentian penggunaan botol air minum kemasan secara efektif menekan timbulan sampah plastik jenis PET Bottle di lingkungan kampus.

 

Rencana Strategis Universitas Terbuka Green University Berorientasi SDGs Tahun 2022–2025

31 Desember 2025

Universitas Terbuka melalui Rencana Strategis UT Green University Tahun 2022–2025 menetapkan arah pengembangan universitas yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals. Dokumen tersebut menjadi acuan bagi pimpinan UT dan seluruh jajaran dalam merencanakan serta melaksanakan program dan kegiatan Green University.

 

Dalam Renstra tersebut, UT mengidentifikasi pencemaran lingkungan dan polusi plastik di lautan sebagai bagian dari permasalahan lingkungan global yang memerlukan perhatian dan tindakan perlindungan lingkungan. Pengembangan Green University diarahkan untuk mengurangi dampak permasalahan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas kampus dan masyarakat sekitarnya.

 

Salah satu program strategis yang ditetapkan adalah Bidang Pengelolaan Limbah. Program ini mencakup daur ulang sampah, pengolahan limbah organik, nonorganik, dan limbah beracun, serta pengurangan penggunaan kertas dan plastik di lingkungan UT. Renstra juga menetapkan keberlanjutan program hemat kertas dan plastik melalui digitalisasi layanan, penggunaan tumbler, serta edukasi untuk mengurangi penggunaan plastik.

 

Pelaksanaan program pengelolaan limbah direncanakan sampai tahun 2025. Pengolahan limbah organik, nonorganik, dan limbah beracun dinyatakan telah dilaksanakan secara rutin, sedangkan pada tahun 2025 tetap direncanakan kegiatan edukasi untuk membangun kesadaran sivitas akademika dalam menghemat penggunaan kertas dan mengurangi penggunaan plastik.

 

Sumber:

https://greencampus.ut.ac.id/uploads/20260626-084059-953223428a.pdf

14.5 Water Sensitive Waste Disposal

Rencana Strategis Universitas Terbuka Green University Berorientasi SDGs Tahun 2022–2025

31 Desember 2025

Universitas Terbuka melalui Rencana Strategis UT Green University Tahun 2022–2025 menetapkan rencana institusional untuk mengurangi tekanan lingkungan melalui pengelolaan limbah, konservasi air, pemanfaatan air secara berkelanjutan, serta pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan.

 

Dalam bidang pengelolaan air, UT merencanakan program konservasi air melalui pemeliharaan dan pemanfaatan air danau, pembangunan sumur resapan, serta pembuatan lubang biopori. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan konservasi air dan menjaga fungsi tata air di lingkungan universitas.

 

Pada bidang pengelolaan limbah, UT menetapkan program pengolahan limbah organik, nonorganik, dan limbah beracun serta pengurangan penggunaan kertas dan plastik. Renstra juga menetapkan arah pengembangan Green University melalui penggunaan kembali air serta penghindaran penggunaan bahan kimia beracun.

 

Rangkaian program tersebut merupakan bagian dari rencana UT untuk meminimalkan tekanan aktivitas kampus yang berpotensi menimbulkan perubahan fisik, kimia, maupun biologis terhadap lingkungan dan ekosistem perairan terkait. Pengelolaan limbah dan bahan beracun membantu mengurangi risiko perubahan kualitas kimia perairan, sedangkan konservasi air, sumur resapan, biopori, dan pemeliharaan air danau mendukung perlindungan kondisi fisik dan fungsi ekologis lingkungan perairan.

 

Sumber:

https://greencampus.ut.ac.id/halaman/rencana-strategis-ut-green-university

Lima Srikandi Profesor Baru UT: Inovasi Riset Berdampak Untuk Pendidikan Berkualitas

6 Agustus 2025

Pada 6 Agustus 2025 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Universitas Terbuka (UT) mengukuhkan lima Profesor baru sebagai rangkaian acara Dies Natalis ke-41 bertema “Inovasi Tanpa Batas, Wujudkan Pendidikan Berkualitas.” Pengukuhan ini melengkapi total 10 Profesor baru yang dikukuhkan selama dua hari (5–6 Agustus 2025) untuk memperkuat kapasitas akademik dan akselerasi SDM berkualitas di UT. Pada kesempatan tersebut, UT meluncurkan buku “Dampak Positif Teori dan Model Ilmu Murni terhadap Pencapaian SDGs” yang merangkum orasi ilmiah para guru besar baru. Lima Profesor yang menyampaikan orasi ilmiah pada sesi 6 Agustus 2025 adalah:

 

  1. Dr. Dewi Juliah Ratnaningsih, S.Si., M.Si. (Analisis survival dan pemodelan statistika untuk efisiensi keputusan berbasis data di berbagai sektor).
  2. Dr. Ernik Yuliana, S.Pi., M.T. (Pengelolaan perikanan berbasis ekosistem/EAFM menuju keseimbangan ekologi dan ekonomi nelayan).
  3. Dr. Fatia Fatimah, S.Si., M.Pd. (Teori N-Soft Sets untuk menangani ketidakpastian data dan memetakan bakat/kecerdasan mahasiswa).
  4. Dr. Lidwina Sri Ardiasih, S.Pd., M.Ed. (Pemanfaatan teknologi digital ODL dalam pengajaran Bahasa Inggris di perguruan tinggi).
  5. Dr. Susanti, M.Si. (Pengembangan governance networks adaptif dan inklusif dalam tata kelola publik digital).

 

Gagasan orasi ilmiah Prof. Ernik Yuliana menekankan pentingnya pendekatan Ecosystem Approach for Fisheries Management (EAFM) sebagai bentuk tata kelola perikanan dan lingkungan perairan yang baik (good aquatic stewardship practices). Peluncuran buku orasi ilmiah serta pengukuhan ini berfungsi sebagai diseminasi pengetahuan dan edukasi publik (outreach) untuk menjembatani kebijakan pengelolaan perikanan yang tepat sasaran dengan praktik nelayan di lapangan. Program edukasi dan riset akademik UT ini bertujuan mendorong otoritas serta masyarakat nelayan agar menerapkan praktik pengelolaan perairan yang bertanggung jawab demi menjaga keberlanjutan habitat laut.

 

Sumber:

https://www.ut.ac.id/berita/2025/08/lima-srikandi-profesor-baru-ut-inovasi-riset-berdampak-untuk-pendidikan-berkualitas/

 

Potensi Pemulihan Terumbu Karang Dinilai Dari Indeks Kesehatan pada Kawasan Konservasi Tanjung Labu

31 Juli 2025

BANGKA SELATAN — Hasil penelitian terbaru mengenai kondisi ekosistem laut di Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Tanjung Labu, Kabupaten Bangka Selatan, menunjukkan angin segar bagi kelestarian alam perairan Indonesia. Studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Ilmu Kelautan Lesser Sunda edisi Juli 2025 tersebut mencatat bahwa indeks kesehatan terumbu karang di kawasan Tanjung Labu berada pada kondisi baik dengan potensi pemulihan yang relatif tinggi.

 

Penelitian yang berlangsung pada Maret 2024 ini dipimpin oleh Jemi Ferizal dan Agnes Puspitasari Sudarmo dari Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka, bekerja sama dengan Adi Susanto dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Tim peneliti melakukan pengamatan di 8 stasiun yang tersebar di wilayah Karang Kucek dan Karang Tepi menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) dan Underwater Visual Census (UVC).

 

Berdasarkan analisis data, tutupan karang keras hidup di perairan Tanjung Labu mencapai rata-rata 51,14%, yang masuk dalam kriteria baik. Nilai tutupan tertinggi tercatat di stasiun KKTLST 1 sebesar 65,07%. Rendahnya tutupan pecahan karang (rubble) serta alga (fleshy seaweed) mengindikasikan bahwa sirkulasi air dan arus di perairan terbuka ini bekerja sangat efektif dalam mendistribusikan nutrisi sekaligus menekan pertumbuhan alga yang berpotensi merusak karang.

 

Secara keseluruhan, rata-rata Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Tanjung Labu berada di angka 5,75 (skala 4–6), yang menegaskan tingginya daya pulih (recovery potential) ekosistem bentik di wilayah tersebut. Struktur komunitas ikan karang juga menunjukkan nilai keseragaman yang merata serta tingkat dominansi spesies yang rendah, yang menandakan ekosistem berada dalam kondisi seimbang.

 

Kendati demikian, para peneliti memberikan catatan penting mengenai komponen biota perairan. Hasil sensus menunjukkan bahwa jumlah dan biomassa ikan target—seperti famili Serranidae (kerapu), Lutjanidae (kakap), hingga Scaridae (ikan kakatua)—masih tergolong rendah. Korelasi kuat antara keanekaragaman bentuk hidup karang dan biomassa ikan menunjukkan bahwa keutuhan habitat sangat menentukan keberadaan populasi ikan ekonomis penting ini.

 

Menanggapi temuan tersebut, tim peneliti merekomendasikan pengetatan regulasi dan pengawasan aktivitas penangkapan ikan di sekitar kawasan terumbu karang guna mencegah praktik overfishing. Selain pemantauan berkala dan upaya rehabilitasi seperti transplantasi karang, pelibatan aktif masyarakat lokal dan program edukasi lingkungan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan fungsi ekosistem laut Tanjung Labu.

1. Pengendalian Perubahan Fisik dan Degradasi Terumbu Karang

Hasil riset mengidentifikasi faktor-faktor fisik penentu kesehatan karang, seperti tutupan karang keras hidup (51,14%) dan rendahnya patahan karang (rubble sebesar 1,59%). Rekomendasi penelitian mengenai pengawasan buangan jangkar kapal dan penataan alur pelayaran menjadi rencana aksi nyata untuk meminimalkan kerusakan fisik substrat karang dari gangguan antropogenik.

2. Pengawasan dan Pemeliharaan Kualitas Lingkungan Kimia Perairan

Penelitian menyoroti pentingnya peran sirkulasi air dan arus alami di perairan Tanjung Labu dalam mencegah akumulasi limbah rumah tangga dan limbah antropogenik lainnya. Rencana pengelolaan berkelanjutan melalui pemantauan kualitas air secara rutin mendukung upaya meminimalkan perubahan kimiawi air laut (seperti polusi nutrisi atau pencemaran limbah) yang dapat mengganggu pertumbuhan polip karang.

3. Mitigasi Perubahan Biologis dan Ketidakseimbangan Ekosistem

Studi ini menemukan bahwasanya tutupan alga (fleshy seaweed) yang rendah (6,11%) membantu mencegah kompetisi alga terhadap karang, namun populasi ikan target ekonomis penting masih tergolong rendah. Rencana pencegahan overfishing, penetapan regulasi penangkapan ikan, serta rehabilitasi habitat bertujuan untuk meminimalkan pergeseran biologi (seperti hilangnya spesies herbivora atau predator utama) agar struktur rantai makanan dan keseimbangan biota tetap terjaga.

 

Sumber:

https://www.researchgate.net/publication/394254450_Potensi_Pemulihan_Terumbu_Karang_Dinilai_Dari_Inde

ks_Kesehatan_pada_Kawasan_Konservasi_Tanjung_Labu

Ketika Mahasiswa UT Jember Turun Tangan Selamatkan Desa Dari Ancaman Banjir

17 Oktober 2025

Jember – Bukan hanya sekadar belajar dari balik layar komputer, mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Jember membuktikan bahwa kuliah jarak jauh juga bisa menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat. Lewat Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025 bertema “Desa Iklim”, mereka turun langsung ke lapangan, berkolaborasi dengan warga Desa Semboro, Kabupaten Jember, untuk melawan ancaman banjir sekaligus membangun kesadaran lingkungan. Desa Semboro selama ini dikenal sebagai wilayah dataran rendah yang rentan tergenang saat hujan lebat. Meluapnya sungai dan menurunnya kebersihan lingkungan membuat banjir menjadi tamu tahunan yang sulit diusir. Melihat kondisi itu, mahasiswa UT Jember tak tinggal diam. Mereka menghadirkan solusi sederhana tapi berdampak besar dan nyata, dengan semangat gotong royong sebagai kuncinya. Lewat tiga program utama—pembuatan biopori, restorasi lahan, serta konservasi dan edukasi sungai—para mahasiswa mengajak pelajar dan warga setempat ikut ambil bagian. Langkah pertama, mereka memasang 40 titik lubang biopori di sekitar permukiman bersama siswa SMK 8 Jember, SMPN 1 Semboro, serta warga RW 25 dan RW 28. Lubang-lubang kecil itu menjadi cara cerdas untuk menampung air hujan sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos alami yang menyuburkan tanah. Tak berhenti di situ, mereka juga menanam 500 bibit pohon aren, ketepeng, dan alpukat di bantaran sungai. Pohon-pohon itu diharapkan menjadi “penjaga alami” yang mencegah abrasi sekaligus memperkuat daya serap air. Kelak, hasil panen dari tanaman ini bisa pula menambah penghasilan warga—mewujudkan lingkungan yang hijau sekaligus produktif.  Aksi berikutnya, konservasi sungai dilakukan lewat kegiatan bersih-bersih bersama karang taruna dan pelajar. Di sela-sela kegiatan, mahasiswa UT memberikan penyuluhan ringan tentang pentingnya menjaga sungai dan bagaimana masyarakat bisa berperan aktif mengurangi risiko bencana sejak dini. “Semoga kegiatan ini bermanfaat dan menggerakkan warga untuk peduli lingkungan,” ungkap Bambang, tokoh masyarakat RW 25, yang ikut turun tangan dalam kegiatan tersebut. Kepala Desa Semboro, Antoni, juga menyampaikan apresiasinya. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa dan saya harapkan dapat terintegrasi dengan program pemerintah desa maupun Muspika, agar bisa terus berlanjut dan berkembang,” pungkas Bambang. Bagi mahasiswa UT Jember, kegiatan ini bukan hanya sekadar proyek sosial, tapi bentuk nyata semangat “Menjangkau yang Tidak Terjangkau”—semangat khas UT yang tak hanya memberi akses pendidikan, tetapi juga memberdayakan masyarakat. Program ini sejalan dengan komitmen UT terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDGs 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, serta SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim. Lewat program inisiatif ini, RW 25 Desa Semboro kini digadang menjadi model “RW 25 Tangguh Bencana (25 Tahana)”—simbol dari kolaborasi, kepedulian, dan pendidikan yang memberi dampak nyata bagi bumi dan manusia.

 

  1. Pemantauan Kebersihan dan Beban Organik Badan Air: Kegiatan konservasi dan bersih-bersih sungai secara berkala bersama karang taruna dan warga berfungsi sebagai aksi pemantauan langsung terhadap kondisi fisik dan tingkat kebersihan aliran sungai, guna mencegah penumpukan sampah yang dapat merusak kualitas air dan meracuni biota perairan.
  2. Penguatan Vegetasi Riparian untuk Menjaga Kualitas Air: Penanaman 500 bibit pohon (aren, ketepeng, dan alpukat) di bantaran sungai berperan sebagai penahan erosi dan penyaring alami. Pemantauan terhadap pertumbuhan pohon-pohon ini membantu menjaga struktur fisik tepi sungai, mengendalikan masuknya sedimen lumpur ke aliran air, serta mempertahankan kelayakan habitat bagi flora dan fauna akuatik.
  3. Pengendalian Runoff Limbah dan Sedimentasi Melalui Biopori: Pemasangan 40 titik lubang biopori di sekitar pemukiman membantu meningkatkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah, sehingga mengurangi limpasan permukaan (surface runoff) yang membawa polutan pemukiman langsung ke ekosistem sungai.
  4. Edukasi Berkelanjutan dan Pengawasan Berbasis Komunitas (Community-Based Monitoring): Penyuluhan serta pembentukan model “RW 25 Tangguh Bencana” menumbuhkan kesadaran kolektif warga untuk secara mandiri memantau, menjaga, dan melaporkan potensi pencemaran di sepanjang badan air desa, sehingga kesehatan ekosistem perairan darat dapat terpelihara secara berkelanjutan.

 

 

Sumber:

https://www.ut.ac.id/berita-daerah/2025/10/ketika-mahasiswa-ut-jember-turun-tangan-selamatkan-desa-dari-ancaman-banjir/

Universitas Terbuka Berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin Memberdayakan Pembudidaya Ikan Nila melalui Pendampingan dan Teknologi Budidaya

29 Juli 2025

Universitas Terbuka melalui UT Makassar berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Indonesia yang dilaksanakan di Dusun Tanah Cicca, Desa Salipolo, Kabupaten Pinrang. Program melibatkan sekitar 30 anggota Kelompok Pembudidaya Ikan Sipakatuo dan diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha budidaya ikan nila secara lebih produktif dan berkelanjutan.

 

Program tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga pendampingan intensif dan penerapan praktik pengelolaan budidaya perairan. Pembudidaya memperoleh sosialisasi teknologi budidaya ikan nila monoseks, pelatihan pembuatan dan efisiensi pakan ikan, serta demonstrasi penggunaan teknologi produksi pakan.

 

Sebagai bentuk dukungan untuk mempertahankan penerapan praktik budidaya yang telah diperkenalkan, tim PKM juga menyerahkan mesin produksi pakan ikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Sipakatuo. Peralatan tersebut memungkinkan kelompok memproduksi pakan secara mandiri, meningkatkan efisiensi produksi, dan mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan.

 

Kegiatan juga melibatkan dosen, mahasiswa, pemerintah desa, serta tenaga ahli dalam proses penyuluhan dan pendampingan. Pendekatan tersebut memperkuat kemampuan kelompok pembudidaya untuk mengelola kegiatan akuakultur secara lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan.

 

Sumber:

https://padek.jawapos.com/pendidikan-sains/2507290022/pkm-kolaborasi-ut-unhas-dorong-peningkatan-ekonomi-petambak-ikan-nila

Universitas Terbuka Mengajak Mahasiswa dan Masyarakat Berkolaborasi Menjaga Kelestarian Ekosistem Pesisir

17 Oktober 2025

melaksanakan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Tahun 2025 bertema Desa Iklim di Desa Semboro, Kabupaten Jember. Program dilaksanakan melalui kolaborasi dengan masyarakat lokal untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga kondisi lingkungan dan ekosistem sungai yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.

Kolaborasi tersebut melibatkan mahasiswa UT, warga RW 25 dan RW 28, pelajar SMK 8 Jember dan SMPN 1 Semboro, karang taruna, tokoh masyarakat, serta pemerintah Desa Semboro. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga program utama, yaitu pembuatan biopori, restorasi lahan, serta konservasi dan edukasi sungai.

 

Sebanyak 40 titik biopori dipasang bersama masyarakat untuk meningkatkan infiltrasi air hujan dan mengurangi limpasan permukaan. Selain itu, mahasiswa dan masyarakat menanam 500 bibit pohon aren, ketepeng, dan alpukat di kawasan bantaran sungai. Penanaman vegetasi tersebut mendukung perlindungan tepian sungai, meningkatkan daya serap air, dan membantu menjaga kondisi lingkungan sekitar badan air.

 

Upaya menjaga ekosistem sungai juga dilakukan melalui kegiatan bersih sungai bersama karang taruna dan pelajar, disertai edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai dan keterlibatan masyarakat dalam mengurangi risiko kerusakan lingkungan. Pemerintah desa juga menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut dapat terintegrasi dengan program pemerintah desa dan terus dikembangkan.

 

Sumber:

https://www.ut.ac.id/berita-daerah/2025/10/ketika-mahasiswa-ut-jember-turun-tangan-selamatkan-desa-dari-ancaman-banjir/

Simulasi Darurat di Laut, UT Bangka Belitung Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Nelayan

15 November 2025

Pada Kamis (13/11/2025), mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Bangka Belitung menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi bertajuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Baru melalui Peningkatan Keselamatan Laut di Kantor Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur.

Program yang diketuai oleh Marcel Jaya dari UT Bangka Belitung ini menggandeng Pos SAR Belitung untuk meningkatkan keselamatan dan keterampilan praktis nelayan di tengah kondisi cuaca ekstrem. Indra, perwakilan Pos SAR Belitung, memberikan edukasi mengenai pentingnya memantau cuaca, penggunaan alat keselamatan seperti pelampung, serta tidak memaksakan diri melaut saat gelombang tinggi. Selain pemaparan teori, kegiatan ini dilengkapi dengan simulasi praktik penanganan darurat dan pertolongan korban tenggelam di laut.

 

Tak hanya aspek keselamatan, mahasiswa UT juga mengedukasi nelayan mengenai praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Inisiatif ini menggabungkan aspek keselamatan kerja nelayan dengan kelestarian lingkungan sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), serta SDGs 14 (Kehidupan Bawah Laut).

  1. Sinergi Akademisi dan Komunitas Pesisir Lokal: Kegiatan ini mengedepankan kolaborasi aktif antara mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Bangka Belitung, Pos SAR Belitung, serta nelayan dan masyarakat Desa Baru untuk mengelola dan menjaga kawasan perairan secara partisipatif.
  2. Edukasi Praktik Penangkapan Ikan Berkelanjutan: Mahasiswa memberikan pemahaman langsung kepada nelayan mengenai metode penangkapan ikan yang ramah lingkungan guna memastikan kelestarian ekosistem bawah laut (SDGs 14) tetap terjaga tanpa merusak habitat perairan bersama.
  3. Penguatan Kapasitas dan Simulasi Tanggap Darurat Nelayan: Pemberdayaan tidak hanya berupa materi teori, tetapi juga simulasi penanganan keadaan darurat di laut. Pendekatan ini membangun kesadaran bersama (collective stewardship) bahwa keselamatan dan kebersihan lingkungan laut adalah tanggung jawab bersama.
  4. Integrasi Keselamatan Kerja dan Kelestarian Ekosistem: Program ini menanamkan kesadaran bahwa nelayan yang paham risiko keselamatan di laut juga akan lebih peduli terhadap perlindungan ekosistem perairan, sehingga tercipta tata kelola wilayah pesisir yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
 

Alternatif Pengelolaan Kegiatan Budidaya Berbasis Potensi dan Risiko Ekologis di Waduk Wadaslintang Kabupaten Wonosobo

31 Desember 2025

Universitas Terbuka melalui Program Magister Manajemen Perikanan menghasilkan kajian pengelolaan ekosistem perairan Waduk Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, yang digunakan secara intensif untuk kegiatan budidaya ikan melalui keramba jaring apung serta memiliki fungsi penting untuk irigasi dan pembangkit listrik.

 

Kajian dilakukan melalui survei lapangan, pengukuran parameter kualitas air, identifikasi jenis ikan, serta analisis potensi dan risiko ekologis kegiatan budidaya. Pendekatan tersebut memungkinkan kondisi pengelolaan perairan dirumuskan berdasarkan karakteristik ekologis yang spesifik pada lokasi Waduk Wadaslintang.

 

Hasil kajian menunjukkan adanya peningkatan beban nutrien pada beberapa lokasi yang berpotensi menimbulkan eutrofikasi. Struktur komunitas ikan juga menunjukkan dominasi ikan nila (Oreochromis niloticus), sementara dominasi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap keberadaan ikan lokal dan endemik. Temuan mengenai kualitas air dan struktur komunitas ikan kemudian digunakan sebagai dasar untuk merumuskan alternatif pengelolaan ekosistem perairan.

 

Strategi yang dirumuskan mencakup pengendalian intensitas kegiatan budidaya, penyesuaian jumlah dan distribusi keramba jaring apung berdasarkan daya dukung lingkungan, serta penerapan pengelolaan berbasis risiko ekologis. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan fungsi ekologis sekaligus fungsi ekonomi Waduk Wadaslintang.

 

Dalam metodologi evaluasi dan peran Perguruan Tinggi untuk SDGs (seperti yang digunakan dalam kerangka THE Impact Rankings), 4 pilar utama kontribusi universitas terdiri dari:

  1. Research (Riset / Penelitian): Menghasilkan karya ilmiah, inovasi, dan data yang mendukung pencapaian target SDGs (misalnya publikasi terindeks Scopus, analisis dampak, dan paten).
  2. Teaching (Pengajaran / Pendidikan): Mengintegrasikan materi dan pemahaman SDGs ke dalam kurikulum, proses pembelajaran, serta kegiatan mahasiswa.
  3. Stewardship (Pengelolaan Intern Kampus): Penerapan praktik keberlanjutan dalam operasional internal universitas (seperti efisiensi air, pengolahan limbah, energi terbarukan, dan kesetaraan gender).
  4. Outreach (Penjangkauan / Pengabdian Masyarakat): Kolaborasi, edukasi, dan pengabdian masyarakat langsung dengan pemerintah, komunitas, industri, serta publik luas untuk mendukung penerapan SDGs di luar kampus.

 

Sumber:

https://repository.ut.ac.id/id/eprint/13019/