SDGS 11 : Sustainable Cities and Communities

1. "Open Green Spaces: Where Community Thrives"

Universitas Terbuka (UT) is committed to providing green spaces that are friendly and inclusive for all. With a jogging track in the UT Lake area, campus and community members can enjoy exercise in a beautiful environment. Child-friendly areas are also a priority, allowing mothers to safely bring their children in strollers. In addition, the UT Mosque is open to the public as a place of worship and reflection. At the same time, the UTCC (Universitas Terbuka Convention Center) can accommodate a variety of community activities and cultural events.

2. “Public Library: Knowledge for Everyone”

UT opens unlimited access to knowledge by providing MOOCs to expand the reach of education. Through the Virtual Reading Room (RBV), the public can access free reading materials and modules from various study programs. The Universitas Terbuka Open Learning Resources (‘SUAKA-UT) initiative ensures quality learning materials are available to all, reinforcing the spirit of lifelong learning and educational inclusion.

3. “Heritage Window: Discovering Arts and Culture”

UT organizes various activities to protect cultural heritage that introduce Indonesia’s cultural heritage to the international stage. One is Community Service (PCM) with the theme “Discovering Indonesia: A Cultural Journey,” which brings the archipelago’s culture to the world. UT students’ angklung performance was also a highlight of the 39th Anniversary celebration, featuring inspiring traditional harmonies at UTCC, South Tangerang City.

4. “Green Wheels: Paving the Way for a Sustainable Future”

To support green mobility, UT provides shuttle buses for employees as well as free access to electric bicycles and auto peds that all staff can use to get around campus. This initiative encourages greener transportation and reduces the carbon footprint, creating a healthier and more sustainable campus environment.

11.2 Support of arts and heritage

03 Desember 2024

Mahasiswa Universitas Terbuka Pokjar Penang Selenggarakan Festival Silang Budaya Indonesia Malaysia TRIBUN-MEDAN.com, PENANG – Minggu (01/12/2024) Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Universitas Terbuka Pokjar Penang menyelenggarakan Festival Silang Budaya Indonesia Malaysia bertempat di Komtar gedung tertinggi di tengah Kota Georgetown, Penang, Malaysia. Festival ini merupakan Festival tahun ke tiga yang diselenggarakan PPI Universitas Terbuka Pokjar Penang. Acara dimulai dari pembacaan ayat suci Al Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dan Malaysia, menyanyikan lagu hymne Universitas Terbuka , sambutan Ketua Pelaksana, sambutan Ketua PPI Universitas Terbuka Penang, Sambutan Direktur UT Medan , Sambutan Konsul Jenderal RI Penang, sambutan YB Komtar, penyerahan penghargaan sponshorship, sosialisasi Konsuler dan imigrasi, persembahan tari daerah Indonesia, penampilan angklung, penampilan kolaborasi dari PPI wilayah utara (Universitas Terbuka Penang, Universitas Terbuka Johor, Albukhary Internasional University, Universitas Utara Malaysia), penampilan band dari pelajar Malaysia dan pengumuman pemenang lomba yang diselenggarakan PPI Universitas Terbuka Penang. Ketua PPI Universitas Terbuka Penang Desy Nur Fadhila menyampaikan tujuan dari festival silang budaya Indonesia Malaysia adalah untuk melestarikan warisan budaya Indonesia, mempererat hubungan antar pelajar mahasiswa Universitas Terbuka , antar pelajar mahasiswa Universitas Terbuka dengan mahasiswa Indonesia dari Perguruan Tinggi lain, antar pelajar mahasiswa Indonesia dengan mahasiswa Malaysia. Tujuan lainnya adalah untuk lebih memperkenalkan Universitas Terbuka kepada Pekerja Migran Indonesia yang berada di Penang. “Mahasiswa aktif Universitas Terbuka Penang ada 615 orang pekerja migran indonesia, terima kasih kepada Universitas Terbuka yang telah menjadi wadah kami untuk lanjutkan pendidikan. Terima kasih juga kepada Konsulat Jenderal RI Penang dan para Sponsorship yang telah mendukung kegiatan Festival ini” tutur Desy. Direktur Universitas Terbuka Medan , Bapak Yasir Riady, menyatakan bahwa Wilayah Kerja Universitas Terbuka Medan Adalah 33 kab/kota wilayah Sumatera Utara dan 3 wilayah di Malaysia yaitu Kuala Lumpur, Penang, dan Malaka. Mahasiswa Universitas Terbuka di wilayah lain Malaysia dikelola oleh Pusat Layanan Mahasiswa Luar Negeri di Pondok Cabe, Tangerang Selatan

09 September 2024

Ratusan Peserta Hadiri Jurnal Festival Fair UT Bogor 2024 RASIOO.id – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik dan Kehumasan Universitas Terbuka (UT) Bogor sukses menggelar Jurnal Festival Fair 2024 di gedung serbaguna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor pada Minggu, 8 September 2024. Acara ini mengusung tema “The Colour of Jurnalistik (Nawasena): Berkarya Melalui Media Sosial” dan berhasil menarik perhatian banyak kalangan. Ketua pelaksana, Muhamad Zidan, menyatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada peserta tentang cara efektif memanfaatkan media sosial untuk mendapatkan penghasilan. “Kami menghadirkan narasumber yang berkompeten untuk menjelaskan penggunaan platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram,” jelas Zidan. Zidan juga mengungkapkan bahwa acara ini diikuti oleh sekitar 150 peserta. “Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan sesuai dengan target panitia,” tambahnya. Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa peserta terdiri dari 70% pelajar dan mahasiswa, sementara 30% lainnya berasal dari kalangan umum. Salah satu sponsor utama acara, Farrah Ratna Listya, Direktur Utama PT Griya Cita Nusantara, menjelaskan alasannya mendukung penuh Jurnal Festival Fair 2024 . “Sebelumnya, saya sudah bekerja sama dengan beberapa panitia di acara-acara sebelumnya,” ujar Farrah

20 November 2024

Dukung Perkembangan Generasi Muda, UT Jambi Adakan Festival Mengukir Prestasi Diri MANGGISNEWS – Universitas Terbuka (UT) Jambi mengadakan kegiatan Festival Seni , Budaya dan Olahraga yang berlansung sejak Rabu 20 hingga Sabtu 23 November 2024. Acara yang diadakan oleh UT Jambi ini dengan menyongsong tema ‘Mengukir Prestasi Diri Melalui Bakat dan Budaya Bersama UT Jambi’. Acara dengan puncak kegiatan atau babak final dilaksanakan pada tanggal 23 November 2024 di lapangan Walikota Jambi. Berbagai perlombaan menarik diadakan dalam festival ini, meliputi kompetisi Music Fest, tari, barista, bola basket, dan cafetaria. Acara ini terbuka untuk peserta tingkat SMA/sederajat dan masyarakat umum se- Provinsi Jambi. Jumlah peserta yang berpartisipasi menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap festival ini. Pada cabang kompetisi bola basket, terdaftar 16 tim, kompetisi tari diikuti oleh 10 peserta dari kalangan pelajar dan 2 peserta dari kalangan umum. Sementara, untuk Music Fest, terdapat 10 band dari peserta umum dan 4 band dari kalangan pelajar. Sementara itu, kompetisi barista menarik perhatian 18 peserta berbakat. Direktur UT Jambi Rahmaddian mengatakan kegiatan ini akan rutin dilaksanakan setiap tahun

03 Desember 2024

Kantor Berita Antara Biro Kuala Lumpur dukung Festival Silang Budaya di Penang Malaysia Jakarta (ANTARA) – Perum LKBN ANTARA Biro Kuala Lumpur turut mendukung pelaksanaan Festival Silang Budaya Indonesia-Malaysia Chapter 3 yang diinisiasi oleh Persatuan Pelajar Indonesia Universitas Terbuka Kelompok Belajar (PPI UT Pokjar) Penang pada Minggu (1/12). Kegiatan yang melibatkan hampir 200 penampil dari mahasiswa Indonesia yang bersekolah di sejumlah universitas di Malaysia maupun warga negara Indonesia (WNI) di sana, khususnya di Penang, mempersembahkan berbagai macam tarian, pentas teater, penampilan band yang membawakan lagu-lagu Indonesia, hingga persembahan musik dengan alat musik tradisional angklung. Kepala Biro ANTARA Kuala Lumpur Virna Puspa Setyorini mengatakan sebagai Kantor Berita Indonesia sekaligus BUMN yang berkedudukan di luar negeri, ANTARA Biro Kuala Lumpur mengambil peran mendukung melalui jalur pemberitaan setiap aktivitas, kreativitas, hingga kegiatan yang membawa dampak positif bagi pekerja migran Indonesia, mahasiswa Indonesia hingga warga negara Indonesia di Malaysia sehingga semakin berdaya. ANTARA sebagai media partner menyajikan produk jurnalistik teks, foto dan video dari kegiatan Festival Silang Budaya Indonesia-Malaysia Chapter 3, dan disalurkan melalui wire, portal Antaranews.com dan kl.antaranews.com, serta antarafoto.com. Selain juga menyalurkan produk jurnalistik tersebut melalui media sosial Instagram @antarakualalumpur dan TikTok @antarakualalumpur. Dukungan publikasi tersebut harapannya dapat menjangkau lebih banyak pembaca maupun pemirsa dari kalangan pekerja migran Indonesia, mahasiswa, hingga WNI di Malaysia, di Indonesia maupun yang sedang berada di negara lain, sehingga terinspirasi dari kegiatan yang diinisiasi oleh para mahasiswa yang kebanyakan merupakan pekerja migran Indonesia di Malaysia

03 November 2024

SUKU ANAK DALAM, YANG TINGGAL DI HUTAN-HUTAN DI WILAYAH JAMBI, MENGHADAPI PENGGUSURAN AKIBAT EKSPANSI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN HUTAN DIKASIH INFO – Tengok materi tentang Suku Anak Dalam, yang tinggal di hutan-hutan di wilayah Jambi, menghadapi penggusuran akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri. Mahasiswa sebaiknya memperhatikan pembahasan mengenai Suku Anak Dalam, yang tinggal di hutan-hutan di wilayah Jambi, menghadapi penggusuran akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri. Situasi ini menyoroti isu penting tentang keberlanjutan lingkungan dan hak-hak masyarakat adat. Mahasiswa perlu memahami dampak dari kebijakan pertanian yang merugikan komunitas lokal serta meneliti bagaimana perubahan ini memengaruhi kehidupan dan budaya mereka. Dengan memahami konteks ini, mahasiswa dapat menjawab soal Suku Anak Dalam, yang tinggal di hutan-hutan di wilayah Jambi, menghadapi penggusuran akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri secara lebih mendalam. Keterlibatan dalam isu ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat adat dan lingkungan mereka, sehingga mereka bisa berkontribusi dalam mencari solusi yang berkeadilan. Dilansir Dikasihinfo.com dari Modul Universitas Terbuka berikut pembahasan soal Suku Anak Dalam, yang tinggal di hutan-hutan di wilayah Jambi, menghadapi penggusuran akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri. Mari perhatikan pertanyaan lengkapnya: Suku Anak Dalam, yang tinggal di hutan-hutan di wilayah Jambi, menghadapi penggusuran akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri. Tanah leluhur mereka yang kaya akan sumber daya alam telah menjadi target perusahaan perkebunan besar, dengan dukungan dari pemerintah

11.3 Expenditure on Arts and Heritage

University expenditure

TBA

University expenditure on arts and heritage

TBA

 

11.4 Sustainable practice

03 November 2024

Mangrove sebagai Penyerap Karbon Alami: Harapan Baru untuk Mengurangi Emisi Oleh: Dr. Sodikin, S.Pd, M.Si, M.P.W.K. Dosen Magister Studi Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka Ketua Dewan Pembina Yayasan Lingkungan Hidup Estuari JurnalPost.com – Perubahan iklim global merupakan fenomena peningkatan suhu rata-rata bumi yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama dari peningkatan emisi gas rumah kaca, termasuk karbon dioksida (CO), metana (CH), dan dinitrogen oksida (NO). Emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, merupakan kontributor utama dari efek rumah kaca yang memerangkap panas di atmosfer dan menyebabkan suhu bumi meningkat.

03 November 2024

Sebuah perusahaan transportasi yang memiliki kendaraan sebanyak 500 unit harus memikirkan risiko kendaraannya tertabrak, menyerempet atau diserempet kendaraan lain, atau bahkan kemungkinan dicuri, baca jawabannya disini. Mahasiswa sebaiknya memperhatikan pembahasan mengenai Sebuah perusahaan transportasi yang memiliki kendaraan sebanyak 500 unit harus memikirkan risiko kendaraannya tertabrak, menyerempet atau diserempet kendaraan lain, atau bahkan kemungkinan dicuri. Pemahaman tentang risiko ini sangat penting bagi mahasiswa saat menjawab pertanyaan terkait, karena dapat mempengaruhi pengelolaan armada dan strategi mitigasi yang harus diterapkan oleh perusahaan. Sebab disini tersedia penjelasan soal Sebuah perusahaan transportasi yang memiliki kendaraan sebanyak 500 unit harus memikirkan risiko kendaraannya tertabrak, menyerempet atau diserempet kendaraan lain, atau bahkan kemungkinan dicuri. Dengan mengenali berbagai jenis risiko ini, mahasiswa dapat menganalisis dampaknya terhadap operasional dan keuangan perusahaan transportasi secara lebih mendalam, serta merumuskan langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat untuk menjaga keselamatan kendaraan dan efisiensi operasional. Dilansir Dikasihinfo.com dari Modul Universitas Terbuka berikut pembahasan soal Sebuah perusahaan transportasi yang memiliki kendaraan sebanyak 500 unit harus memikirkan risiko kendaraannya tertabrak, menyerempet atau diserempet kendaraan lain, atau bahkan kemungkinan dicuri. Mari perhatikan pertanyaan lengkapnya: Sebuah perusahaan transportasi yang memiliki kendaraan sebanyak 500 unit harus memikirkan risiko kendaraannya tertabrak, menyerempet atau diserempet kendaraan lain, atau bahkan kemungkinan dicuri. Perusahaan dapat melakukan aktivasi risiko tersebut dengan cara semua kendaraan diasuransikan. Pilihan lainnya perusahaan juga dapat menyisihkan sejumlah uang setiap bulannya untuk menutupi kemungkinan risiko akibat hal-hal tersebut di atas.

29 Oktober 2024

Membahas inovasi model transportasi, mendukung efisiensi dan keberlanjutan sistem mobilitas, dengan membahas mengenai informasi jawaban soal Apa itu model transportasi berbasis jaringan (network-based models)?Bagaimana model ini digunakan untuk merencanakan dan mengoptimalkan rute transportasi. Mahasiswa perlu memahami Apa itu model transportasi berbasis jaringan (network-based models)? Bagaimana model ini digunakan untuk merencanakan dan mengoptimalkan rute transportasi dengan baik. Model ini digunakan untuk merencanakan dan mengoptimalkan rute transportasi, membantu dalam menentukan jalur yang paling efisien untuk mengurangi waktu dan biaya perjalanan. Dalam konteks ini, mahasiswa sebaiknya fokus pada beberapa aspek penting, seperti struktur jaringan, pemodelan permintaan, dan algoritma yang digunakan untuk analisis. Selain itu, pemahaman tentang aplikasi praktis dari model ini dalam industri logistik dan transportasi juga sangat relevan. Mahasiswa harus mampu menjelaskan bagaimana model ini dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah riil, termasuk pengurangan kemacetan dan penghematan biaya operasional. Dengan perhatian yang tepat terhadap elemen-elemen ini, mahasiswa akan lebih siap menjawab pertanyaan Apa itu model transportasi berbasis jaringan (network-based models)? Bagaimana model ini digunakan untuk merencanakan dan mengoptimalkan rute transportasi ini secara komprehensif. Dilansir Dikasihinfo.com dari Modul Universitas Terbuka berikut pembahasan soal Apa itu model transportasi berbasis jaringan (network-based models)? Bagaimana model ini digunakan untuk merencanakan dan mengoptimalkan rute transportasi. Mari simak pertanyaannya: Apa itu model transportasi berbasis jaringan (network-based models)? Bagaimana model ini digunakan untuk merencanakan dan mengoptimalkan rute transportasi? Petunjuk jawaban: Model transportasi berbasis jaringan (network-based models) adalah representasi matematis dan grafis dari sistem transportasi, yang menggunakan teori jaringan untuk memodelkan hubungan antara titik-titik (nodes) dan rute atau jalur (edges) dalam suatu sistem transportasi.

10 Desember 2024

Universitas Indonesia (UI) kembali menempati posisi puncak sebagai perguruan tinggi paling berkelanjutan di Indonesia menurut pemeringkatan UI GreenMetric 2024, naik ke peringkat 1 dari total 183 peserta di tingkat nasional. Acara penghargaan diselenggarakan di Universitas Padjadjaran, Bandung, oleh Prof. Riri Fitri Sari, Kepala UI GreenMetric.  UI GreenMetric mengevaluasi kampus berdasarkan enam kategori utama: Setting & Infrastructure; Energy & Climate Change; Waste; Water; Transportation; dan Education & Research. UI memperoleh skor total 9.050, dengan skor 1.500 untuk kategori Transportation menunjukkan upaya kampus dalam bidang mobilitas dan transportasi yang lebih berkelanjutan. Daftar 10 kampus teratas lainnya mencakup: Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, IPB University, dan Universitas Padjadjaran. Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kampus bukan hanya ruang akademik, tetapi juga arena aksi nyata dalam keberlanjutan lingkungan dan mobilitas yang lebih hijau.

02 Mei 2024

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menekankan pentingnya keberlanjutan gerakan Merdeka Belajar yang telah diluncurkan selama masa jabatannya. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus mendorong kebebasan belajar, inovasi pendidikan, serta adaptasi terhadap perubahan zaman. Dengan semangat “melompat ke masa depan”, Nadiem menilai bahwa era digital dan perkembangan global menuntut pendidikan yang fleksibel, inklusif, dan berkualitas untuk semua.  Pidato ini memperkuat arah kebijakan pendidikan Indonesia menuju transformasi yang berkelanjutan serta meningkatkan pemerataan akses belajar bagi seluruh lapisan masyarakat.

07 September 2024

Kolaborasi antara FKIP Universitas Terbuka dan FAI Universitas Ahmad Dahlan ditandai dengan penandatanganan MoU pada 7 September 2024 yang mencakup pengembangan modul pembelajaran jarak jauh, tutor mahasiswa, dan kurikulum. Namun, dalam berita ini tidak terdapat fokus pada aspek transportasi atau mobilitas berkelanjutan , sehingga tidak secara eksplisit mendukung target Sustainable Development Goal 11 (transportasi berkelanjutan). Untuk dikaitkan dengan SDG 11, perlu ditambahkan strategi spesifik seperti commuting hijau, transportasi kampus ramah lingkungan, atau pengurangan penggunaan kendaraan pribadi, tetapi berita tersebut tidak mencantumkannya.

23 Februari 2024

K. H. Mohammad Zuhur (Wali Kota Depok) menyampaikan bahwa sistem pembelajaran di Universitas Terbuka (UT) sangat fleksibel dan cocok bagi mereka yang memiliki aktivitas padat. Ia menyampaikan apresiasi terhadap UT yang memungkinkan kuliah dilakukan tanpa harus terganggu oleh jadwal kerja atau kesibukan lainnya, karena pembelajaran bisa dijalankan secara daring dan mandiri. Menurutnya, fleksibilitas ini mendukung para pekerja atau orang yang memiliki tanggung jawab lain untuk tetap bisa melanjutkan pendidikan. Dengan demikian UT menjadi pilihan tepat bagi yang ingin mengembangkan diri sambil tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sebagai praktik standar, implementasi WFA telah dimulai secara efektif di seluruh unit kerja sejak tahun 2024. Untuk memperkuat landasan hukum dan praktik ini, Universitas Terbuka telah meresmikannya melalui Pedoman Pelaksanaan Work From Anywhere (WFA) di Lingkungan Universitas Terbuka.

18 Desember 2024

Berdasarkan survei internal sebuah perusahaan, sekitar 80% dari karyawan yang memilih mengundurkan diri atau pensiun menyatakan bahwa mereka kurang atau tidak puas terhadap karir mereka di perusahaan tersebut. Penyebabnya antara lain jalur pengembangan karir yang tidak jelas karena penetapan jalur karir hanya berdasarkan keputusan jajaran pimpinan dan dipindahtugaskan antar departemen secara cepat serta minimnya pemahaman karyawan tentang pengembangan karir.  Temuan ini menunjukkan pentingnya bagi perusahaan untuk memfokuskan kembali pada pengembangan karir dan manajemen SDM sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi, mengurangi pergantian karyawan, dan memperbaiki tingkat kepuasan kerja termasuk rumah layak.

Provide affordable housing for students

TBA

Prioritise pedestrian access on campus

Universitas Terbuka (UT) secara tegas memprioritaskan aksesibilitas dan keselamatan pejalan kaki di dalam lingkungan kampusnya, sejalan dengan komitmen pada kota dan komunitas yang berkelanjutan (SDG 11). Sebagai wujud nyata dari prioritas ini, UT telah membangun infrastruktur berupa jalur pejalan kaki (trotoar) yang terdedikasi di seluruh koridor utama kampus. Jalur ini dirancang terpisah secara fisik dari jalan raya kendaraan bermotor.

 

Foto terlampir menunjukkan implementasi standar jalur pejalan kaki di UT. Trotoar ini—dibuat dengan material paving block yang layak dan dirawat dengan baik—menyediakan rute yang aman, nyaman, dan jelas bagi mahasiswa, staf, dosen, dan pengunjung. Dengan memisahkan arus lalu lintas pejalan kaki dari kendaraan, Universitas Terbuka tidak hanya menjamin keselamatan mobilitas di dalam kampus tetapi juga secara aktif mendorong aktivitas berjalan kaki sebagai pilihan transportasi yang sehat dan ramah lingkungan.

15 Desember 2024

Universitas Terbuka Kendari mengadakan Ujian Akhir Semester (UAS) tatap muka pada 14-15 Desember 2024 bagi sekitar 6 000 mahasiswa yang tersebar di 13 kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Tenggara. Pelaksanaan dilakukan di sejumlah sekolah mitra seperti SMPN 5 Kendari, SMAN 1 Wangi-Wangi, dan SMKN 1 Kolaka.  Bentuk kolaborasi dengan instansi pemerintah daerah dan sekolah negeri menunjukkan dukungan lintas lembaga dalam penyelenggaraan pendidikan jarak jauh regional, memastikan akses mahasiswa di wilayah terpencil mendapatkan fasilitas ujian secara serentak.

Perkuat daya jangkau, UT Serang resmikan lima sentra pelayanan mahasiswa

17 Desember 2024

Perkuat daya jangkau UT Serang resmikan lima sentra pelayanan mahasiswa Serang, Banten – Universitas Terbuka (UT) Serang terus memperluas jangkauan layanan pendidikannya dengan menjadikan lima kelompok belajar resmi bertransformasi menjadi Sentra Layanan UT (SALUT). Transformasi tersebut diresmikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama SALUT antara UT Serang dan mitra kelompok belajar sebagai langkah konkret meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan jarak jauh di wilayah Banten. Acara penandatanganan yang berlangsung di Gedung UT Serang itu dihadiri Direktur UT Serang, Dr. Teguh Prakoso, S.Pd., M.Hum beserta jajaran, para perwakilan dari masing-masing kelompok belajar, serta tamu undangan lainnya. Direktur UT Serang Dr. Teguh Prakoso dalam sambutannya menekankan bahwa transformasi tersebut merupakan bagian dari strategi UT untuk memaksimalkan pelayanan akademik dan non-akademik. Dengan adanya SALUT, mahasiswa akan lebih mudah mengakses berbagai layanan seperti administrasi, bimbingan akademik, hingga pendampingan belajar di lokasi yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

11.2 Support of arts and heritage

5 Desember 2025

4 Jam Jalan Kaki Cari Internet, Eska Mahasiswa Korban Banjir Nangis Bisa Kirim Tugas Akhir: Was-was

Kisah Eska Laurensia Sinabutar, mahasiswi korban banjir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menunjukkan pentingnya akses publik terhadap infrastruktur digital, fasilitas pendidikan, dan layanan dasar, terutama dalam situasi darurat. Di tengah rumah yang terendam banjir dan terbatasnya jaringan internet, Eska rela berjalan kaki selama kurang lebih empat jam untuk mencari sinyal agar dapat mengirimkan tugas akhirnya tepat waktu. Dengan bantuan akses internet di posko pengungsian, ia akhirnya berhasil menyelesaikan pengiriman tugas tersebut dan menangis haru atas perjuangannya. Peristiwa ini menggambarkan bahwa akses internet bukan sekadar fasilitas teknologi, melainkan kebutuhan publik yang mendukung keberlanjutan pendidikan, komunikasi, dan kesempatan yang setara. Kisah tersebut juga menegaskan pentingnya penyediaan fasilitas publik yang mudah dijangkau, termasuk ruang belajar bersama dan titik akses internet gratis yang aman, inklusif, serta dapat dimanfaatkan masyarakat terdampak bencana. Kisah ini juga memperlihatkan peran fasilitas publik berupa pusat informasi bencana dan media center yang menyediakan konektivitas internet bagi masyarakat terdampak. Dalam perspektif kepentingan publik (public interest), kejadian ini menjadi bukti pentingnya pemerataan infrastruktur digital, akses layanan dasar, serta fasilitas bersama yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, baik dalam kondisi normal maupun darurat.

 

Berita ini menunjukkan Perjuangan para mahasiswa UT korban banjir di Tapanuli Tengah yang harus berjalan kaki selama empat jam untuk memperoleh akses internet demi menyelesaikan tugas akhir, menegaskan pentingnya ketersediaan layanan publik pendidikan yang inklusif, mudah dijangkau, dan tangguh terhadap bencana. Relevansinya dengan Universitas Terbuka (UT) terletak pada peran UT Pusat dan seluruh UT Daerah dalam memastikan keberlanjutan layanan pendidikan jarak jauh, terutama bagi mahasiswa yang menghadapi keterbatasan infrastruktur digital maupun kondisi darurat. UT dapat memperkuat layanan melalui penyediaan titik akses internet, ruang belajar bersama, pendampingan akademik, serta dukungan pembelajaran alternatif bagi mahasiswa terdampak bencana. Optimalisasi layanan melalui UT Daerah dan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) juga dapat membantu memperluas akses mahasiswa terhadap fasilitas pendidikan yang memadai. Evidence ini menjadi pengingat bahwa pemerataan layanan UT tidak hanya diukur dari jangkauan wilayah, tetapi juga dari kemampuan institusi menjamin akses belajar yang berkelanjutan, responsif, dan berkeadilan bagi seluruh mahasiswa.

 

Sumber berita 1

Sumber berita 2

Sumber berita 3

Sumber berita 4

 

 

22 Mei 2025

 

niversitas Terbuka (UT) melalui Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

 

Universitas Terbuka (UT) berkontribusi terhadap pengembangan seni dan pelestarian budaya lokal melalui kegiatan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta partisipasi mahasiswa dalam aktivitas seni budaya. Hal ini tercermin dalam pelatihan menulis kreatif yang mengintegrasikan Bahasa Indonesia dan Seni Budaya di SMPN 21 Bandung, pagelaran tari kolosal Rampak Barong di Tangerang Selatan, serta keterlibatan mahasiswa UT dalam pelestarian budaya lokal melalui kegiatan Danau Sipin Berdaya. Selain itu, kegiatan Bimbingan Teknis Membaca Nyaring UT Majene turut memperkuat literasi dan apresiasi terhadap karya sastra.  Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan dukungan UT terhadap kreativitas, ekspresi seni, dan keberlanjutan warisan budaya di masyarakat. Dalam konteks indikator Contribute to Local Arts, kegiatan ini menjadi evidence pendukung kontribusi sosial-budaya UT. Namun, pengukuran khusus jumlah pertunjukan publik tahunan oleh paduan suara, kelompok teater, orkestra, atau kelompok seni mahasiswa UTmerupakan upaya nyata yang dilakukan oleh UT disetiap daerah sesuai dengan kearifan lokal yang dimiliki.

 

Universitas Terbuka (UT) menunjukkan kontribusi terhadap pengembangan seni lokal dan pelestarian budaya melalui kegiatan edukasi, pertunjukan seni, serta partisipasi mahasiswa dalam kegiatan kebudayaan masyarakat. Pelatihan menulis kreatif yang mengintegrasikan Bahasa Indonesia dan Seni Budaya, pagelaran tari kolosal Rampak Barong di Tangerang Selatan, serta keterlibatan mahasiswa UT dalam kegiatan Danau Sipin Berdaya merupakan contoh dukungan terhadap kreativitas dan apresiasi seni budaya lokal. Kegiatan tersebut memperkuat peran UT sebagai institusi pendidikan yang mendorong ekspresi seni, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian warisan budaya. Dalam konteks indikator Contribute to Local Arts, evidence ini relevan untuk menunjukkan kontribusi UT dalam mendukung aktivitas seni dan budaya di tingkat lokal. Namun, untuk mengukur capaian indikator secara kuantitatif, diperlukan data jumlah pertunjukan publik tahunan yang diselenggarakan atau diikuti oleh kelompok seni UT, seperti paduan suara, teater, tari, dan musik, disertai dokumentasi kegiatan serta frekuensi pelaksanaannya.

Sumber berita 1

Sumber berita 2

Sumber berita 3

Sumber berita 4

Sumber berita 5

 

 

29 November 2025

Muli Kebudayaan Lamteng Cindy Rara Puspita Buka-Bukaan soal Obsesi, Pilihan Studi, dan Karier di Modeling

Universitas Terbuka (UT) berkontribusi terhadap pelestarian warisan budaya takbenda melalui kegiatan pendidikan, literasi, pengenalan seni tradisional, dan pelibatan masyarakat dalam menjaga identitas budaya lokal. Pelatihan menulis kreatif yang mengintegrasikan kurikulum Bahasa Indonesia dan Seni Budaya menjadi peluang untuk mendokumentasikan cerita rakyat, tradisi lisan, bahasa daerah, serta pengetahuan lokal melalui karya tulis yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Sementara itu, pagelaran tari kolosal Rampak Barong di Tangerang Selatan memperkenalkan ekspresi seni dan tradisi budaya kepada masyarakat luas. Kegiatan Bimbingan Teknis Membaca Nyaring oleh UT Majene juga mendukung penguatan literasi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan cerita rakyat dan sastra lokal kepada peserta didik. Selain itu, keterlibatan mahasiswa UT dalam kegiatan Danau Sipin Berdaya menunjukkan potensi peran perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian budaya berbasis komunitas.  Pemberitaan mengenai Muli Kebudayaan Lampung Tengah juga relevan dalam konteks promosi identitas dan kebudayaan daerah melalui peran generasi muda sebagai representasi budaya lokal. Secara keseluruhan, berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan peluang UT untuk memperkuat dokumentasi dan transmisi warisan budaya takbenda melalui kolaborasi dengan sekolah, komunitas budaya, pemerintah daerah, dan mahasiswa di berbagai wilayah. Upaya ini memungkinkan untuk  dikembangkan menjadi proyek berkelanjutan berupa pengumpulan cerita rakyat, perekaman tradisi lisan, pendokumentasian bahasa daerah, pengarsipan seni pertunjukan, serta pencatatan pengetahuan lokal, termasuk milik komunitas yang mengalami perpindahan akibat bencana atau migrasi.

 

Universitas Terbuka (UT) menunjukkan kontribusi terhadap pelestarian warisan budaya takbenda melalui kegiatan pendidikan, literasi, pengenalan seni tradisional, dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan kebudayaan lokal. Pelatihan menulis kreatif yang memadukan Bahasa Indonesia dan Seni Budaya berpotensi mendukung dokumentasi cerita rakyat, tradisi lisan, bahasa daerah, serta pengetahuan lokal. Pagelaran tari kolosal Rampak Barong dan keterlibatan mahasiswa UT dalam kegiatan Danau Sipin Berdaya juga mencerminkan dukungan terhadap pengenalan dan keberlanjutan ekspresi budaya masyarakat. Sementara itu, kegiatan membaca nyaring UT Majene dapat menjadi sarana memperkenalkan sastra dan cerita lokal kepada generasi muda. Inisiatif tersebut relevan dengan indikator pelestarian warisan budaya takbenda karena memperkuat literasi budaya, transmisi pengetahuan antargenerasi, dan apresiasi terhadap identitas lokal. Ke depan, UT dapat memperkuat kontribusi ini melalui proyek terstruktur berupa pengumpulan cerita rakyat, perekaman tradisi lisan, pengarsipan bahasa daerah, dan dokumentasi pengetahuan komunitas, termasuk komunitas terdampak migrasi atau bencana.

Sumber berita 1

Sumber berita 2

Sumber berita 3

Sumber berita 4

Sumber berita 5

11.3 Expenditure on Arts and Heritage

University expenditure

TBA

University expenditure on arts and heritage

TBA

 

11.4 Sustainable practice

5 September 2025

Program Accounting Talks: ASEAN Youth Carbon Bank (AYCB) – Every Green Action Counts membahas gagasan pemberdayaan generasi muda ASEAN untuk berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim melalui literasi karbon dan pemanfaatan teknologi digital. ASEAN Youth Carbon Bank dirancang sebagai pendekatan inovatif yang mendorong anak muda memahami jejak karbon, membangun kebiasaan ramah lingkungan, serta berpartisipasi dalam pengurangan emisi melalui aktivitas sehari-hari. Konsep ini menghubungkan edukasi perubahan iklim dengan insentif dan partisipasi digital agar tindakan berkelanjutan lebih mudah diterapkan dan dipantau. Melalui keterlibatan akademisi dan mahasiswa, diskusi ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, generasi muda, dan komunitas untuk membangun kesadaran lingkungan serta mendukung ekonomi hijau. Inisiatif AYCB selaras dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

 

Program Accounting Talks: ASEAN Youth Carbon Bank (AYCB) – Every Green Action Counts menunjukkan kontribusi Universitas Terbuka (UT) dalam meningkatkan literasi karbon dan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda melalui edukasi, inovasi digital, dan kolaborasi akademisi dengan mahasiswa. Inisiatif AYCB relevan dengan upaya mendorong perubahan perilaku ramah lingkungan, pengurangan jejak karbon, serta partisipasi generasi muda dalam mendukung ekonomi hijau. Program ini juga mencerminkan peran UT dalam mengintegrasikan pendidikan akuntansi dengan isu keberlanjutan dan mitigasi perubahan iklim. Sebagai evidence, kegiatan ini dapat digunakan untuk menunjukkan kontribusi edukasi dan peningkatan kesadaran publik terhadap aksi iklim. Untuk memperkuat bukti capaian, dokumentasi dapat dilengkapi dengan jumlah peserta, jangkauan audiens, materi literasi karbon, serta hasil evaluasi perubahan pengetahuan atau perilaku peserta.

https://aseanyouthcarbonbank.com/onboarding

8 Desember 2025

Universitas Terbuka (UT) turut mempromosikan prinsip sustainable commuting melalui edukasi dan peningkatan kesadaran mengenai pengurangan jejak karbon, salah satunya melalui program ASEAN Youth Carbon Bank (AYCB) – “Every Green Action Counts” yang disosialisasikan melalui UT Radio. Program AYCB mendorong keterlibatan generasi muda dalam memahami, mencatat, dan mengurangi jejak karbon melalui perubahan perilaku sehari-hari serta pemanfaatan teknologi digital. Sumber lain mengenai AYCB juga menjelaskan bahwa inisiatif ini berfokus pada keterlibatan pemuda dalam pengurangan carbon footprint dan penguatan aksi iklim di kawasan ASEAN. UT Radio

Dalam konteks Promote Sustainable Commuting, prinsip AYCB dapat diterapkan pada pilihan mobilitas sehari-hari, seperti berjalan kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum, berbagi kendaraan, atau mengurangi perjalanan yang tidak diperlukan. Dengan meningkatkan literasi karbon, mahasiswa dan sivitas akademika didorong untuk memahami bahwa pilihan moda transportasi berkontribusi terhadap jejak karbon individu. Dengan demikian, AYCB menjadi evidence pendukung berbasis edukasi dan perubahan perilaku, meskipun sumber tersebut belum secara spesifik membuktikan adanya program transportasi komuter berkelanjutan UT yang terukur.

Program ASEAN Youth Carbon Bank (AYCB) – Every Green Action Counts yang disosialisasikan melalui UT Radio menunjukkan kontribusi Universitas Terbuka (UT) dalam meningkatkan literasi karbon dan mendorong perilaku ramah lingkungan di kalangan generasi muda. Program ini relevan dengan indikator Promote Sustainable Commuting karena edukasi mengenai jejak karbon dapat mendorong mahasiswa dan sivitas akademika memilih moda transportasi yang lebih berkelanjutan, seperti berjalan kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum, atau berbagi kendaraan. Inisiatif ini juga mendukung peningkatan kesadaran bahwa pilihan transportasi sehari-hari berkontribusi terhadap emisi karbon dan perubahan iklim. Namun, evidence tersebut masih bersifat pendukung karena belum secara langsung menunjukkan pelaksanaan program komuter berkelanjutan di lingkungan UT. Penguatan evidence dapat dilakukan melalui dokumentasi kampanye transportasi ramah lingkungan, kegiatan bersepeda bersama, penggunaan transportasi umum, serta pengukuran perubahan moda transportasi dan estimasi pengurangan emisi karbon oleh sivitas akademika UT

Sumber berita 1

Sumber berita 2

 

16 September 2025

Universitas Terbuka (UT) menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) sebagai bagian dari transformasi digital untuk mewujudkan sistem kerja yang fleksibel, adaptif, dan berbasis teknologi. Implementasi program ini diluncurkan pada Dies Natalis ke-41 UT pada September 2025 dan diperkuat melalui Peraturan Majelis Wali Amanat Nomor 4 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis UT 2025–2029, yang mencakup pengembangan sistem kerja digital dan agile. Kebijakan ini relevan dengan indikator  Allow Remote Working  karena memungkinkan pelaksanaan pekerjaan secara fleksibel tanpa selalu mengharuskan pegawai hadir secara fisik di kantor. Dari perspektif keberlanjutan, WFA berpotensi mengurangi perjalanan rutin pegawai, konsumsi bahan bakar, kemacetan, dan emisi karbon dari transportasi. Dengan demikian, kebijakan ini mendukung efisiensi operasional sekaligus berpotensi mengurangi dampak lingkungan. Untuk memperkuat evidence, UT perlu mendokumentasikan jumlah pegawai yang mengikuti WFA, frekuensi pelaksanaannya, serta estimasi pengurangan perjalanan dan emisi karbon yang dihasilkan.


Universitas Terbuka (UT) menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang didukung oleh Rencana Strategis UT 2025–2029 dan peluncuran program pada Dies Natalis ke-41. Kebijakan ini relevan dengan indikator Allow Remote Working karena memungkinkan pegawai bekerja secara fleksibel dengan memanfaatkan teknologi digital, tanpa harus selalu hadir secara fisik di kantor. Dalam konteks keberlanjutan, penerapan WFA berpotensi mengurangi perjalanan rutin pegawai, konsumsi bahan bakar, dan emisi karbon dari transportasi. Selain meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi kerja, kebijakan ini juga mendukung pengembangan tata kelola institusi berbasis digital. Untuk memperkuat evidence, diperlukan data mengenai jumlah pegawai yang mengikuti WFA, frekuensi pelaksanaan, serta estimasi pengurangan perjalanan dan emisi karbon yang dihasilkan.

Sumber bukti 1

Sumber bukti 2

Provide affordable housing for students

TBA