SDGS 13 : Climate Action

Low-carbon energy use

Universitas Terbuka (UT) is committed to supporting climate action through various policies and programs that help reduce the impact of climate change. As a distance learning-based university, UT utilizes technology to reduce the need for students, lecturers, and staff to travel, thereby reducing carbon emissions. The online learning system implemented by UT also minimizes the use of paper and energy usually used in face-to-face meetings, thus supporting a reduction in carbon footprint.

As is known, UT has a strong desire to participate in reducing global warming by developing the Open University, Green University (UTGU) program. One is arranging the UT head office, which provides pedestrian areas, parks, and blue and green open spaces. Various activities in the UT Go Green movement include reducing paper use (paperless), planting rare trees around the campus, making artificial lakes, developing eco-buildings, and waste management.

In addition, UT supports using green energy by implementing energy-saving technology on campus and switching to renewable energy sources. UT also reduces electricity usage, conserves water, and manages waste on campus to reduce carbon footprint.

Universitas Terbuka (UT) continues to collaborate with various parties to support improving student service quality through partnership schemes. One of UT’s partners facilitating banking services in the administrative process of paying student tuition fees is Bank Tabungan Negara (BTN) and other partner banks. Awareness of the importance of finding alternative sources of fuel, which has been a source of pollution for the community, continues to grow. One of the problems the global community is trying to solve together is the effort to reduce the greenhouse gas effect due to the spread of CO2 gas into the air, which pollutes the environment. BTN handed over non-fuel vehicles (BBM) as a symbol of BTN’s support for UT in implementing a green environment through energy efficiency and carbon emissions using renewable energy.

Environmental education measures

A. Local education programs on climate

Universitas Terbuka is actively conducting community service programs that provide training and campaigns to raise environmental awareness, especially in rural areas. These programs include training on sustainable agricultural techniques, environmentally friendly waste management, and preserving forests and water resources.

B. Climate Action Plan

UT actively contributes to global climate action by building solid partnerships with key stakeholders. Signing a Memorandum of Understanding (MoU) with the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) underlines UT’s dedication to environmental sustainability and climate resilience. Through collaboration with local governments and community groups, UT aims to develop a comprehensive Climate Action Plan that will include concrete steps to reduce greenhouse gas emissions and increase resilience to climate change impacts. This action plan is expected to serve as a guide for UT in achieving sustainable development goals.

C. Inform and support government

Through concrete steps and participation in international forums, UT continues to support climate action and contribute to environmental sustainability for future generations. As part of this commitment, UT hosted the ASEAN Higher Education Conference (AHEC) 2023, especially the 7th Webinar Series with the theme “Climate Change Mitigation,” held on July 19, 2023. This activity involved active participation from various stakeholders in the higher education sector, including university leaders, faculty members, students, policymakers, and industry leaders. This webinar is a strategic step for academics in developing studies with a new paradigm focused on sustainability and disaster resilience, especially to understand changes caused by natural and technological hazards.

D. Environmental education collaboration with NGO

UT is committed to contributing to efforts to mitigate and adapt to climate change. One of the strategic steps taken is through collaboration with various non-governmental organizations (NGOs) in environmental education. This partnership allows UT to expand its reach, access resources, and jointly develop innovative solutions to address the challenges of climate change. For example, UT organized the 6th International Seminar on Business, Economics, Social Science, and Technology (ISBEST) in September 2023. This seminar raised the theme “Supporting Indonesia’s Green and Blue Economy,” emphasizing the importance of sustainable development through using natural resources wisely and environmentally friendly.

Through concrete steps and participation in international forums, Universitas Terbuka continues to play a role in achieving SDG 13 and becoming an educational institution that supports climate action and contributes to environmental sustainability for future generations.

13.2 Low carbon energy use

Low-carbon Energy Used

Universitas Terbuka terus melakukan langkah-langkah dan program untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui beberapa program yang dilaksanakan:

  1. Pemasangan lampu panel surya untuk penerangan jalan, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan atau energi ramah lingkungan guna mendukung program pengurangan efek rumah kaca.
  2. Memastikan fasilitas cuci tangan yang biasanya menggunakan listrik sebagai sumber energi. Universitas Terbuka berusaha menginovasi penggunaan energi terbarukan untuk proses cuci tangan. Universitas Terbuka merupakan salah satu perguruan tinggi yang paling terdampak saat pandemi Covid-19 terjadi sebelumnya. Universitas ini harus membuat komunitas akademiknya bekerja dari rumah. Namun, ada unit layanan yang berinteraksi langsung dengan mahasiswa dan staf yang harus terus memberikan layanan, untuk memastikan bahwa semua itu dilakukan dengan cuci tangan otomatis dan portabel, serta efisiensi air. Efisiensi air di sini dilakukan dengan teknologi sensor, air akan mengalir ketika ada sensor yang terdeteksi oleh tubuh manusia.

Targets to admit students from the bottom two financial deciles

13.3 Environmental Education measures

24 Desember 2024

 

Universitas Terbuka berhasil melonjak ke peringkat 35 dalam pemeringkatan UI GreenMetric 2024 dan memperoleh penghargaan sebagai perguruan tinggi paling aktif dalam jaringan GreenMetric, menegaskan komitmen kampus terhadap keberlanjutan lingkungan, pengelolaan energi dan limbah yang lebih baik, serta penguatan edukasi dan riset terkait isu-iklim.

Energi terbarukan (energi surya) untuk lampu luar ruangan dan fasilitas cuci tangan di Universitas Terbuka

 

Universitas Terbuka terus melakukan langkah-langkah dan program untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui beberapa program yang dilaksanakan:

  1. Pemasangan lampu panel surya untuk penerangan jalan, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan atau energi ramah lingkungan guna mendukung program pengurangan efek rumah kaca.
  2. Memastikan fasilitas cuci tangan yang biasanya menggunakan listrik sebagai sumber energi. Universitas Terbuka berusaha menginovasi penggunaan energi terbarukan untuk proses cuci tangan. Universitas Terbuka merupakan salah satu perguruan tinggi yang paling terdampak saat pandemi Covid-19 terjadi sebelumnya. Universitas ini harus membuat komunitas akademiknya bekerja dari rumah. Namun, ada unit layanan yang berinteraksi langsung dengan mahasiswa dan staf yang harus terus memberikan layanan, untuk memastikan bahwa semua itu dilakukan dengan cuci tangan otomatis dan portabel, serta efisiensi air. Efisiensi air di sini dilakukan dengan teknologi sensor, air akan mengalir ketika ada sensor yang terdeteksi oleh tubuh manusia.

Low-carbon Energy Used

TBA

10 Juli 2024

 

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengapresiasi Universitas Terbuka (UT) yang mendukung program kota karbon rendah (low carbon city) yang dijalankannya. UT sudah menggunakan solar panel dan ini sejalan dengan program kita Makassar Low Carbon City. Dengan diresmikannya gedung baru UT ini maka semakin melengkapi sarana dan prasarana dari Universitas Terbuka di dalam mencetak SDM berkualitas.

Low-carbon Energy Used

TBA

13.4 Commitment to carbon neutral university

Low-carbon Energy Used

TBA

Peraturan Rektor Universitas Terbuka Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Green University di Lingkungan Universitas Terbuka Nomor 276 Tahun 2024 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059). Peraturan Rektor Universitas Terbuka Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Green University di Lingkungan Universitas Terbuka Nomor 276 Tahun 2024 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penilaian  Kinerja Bangunan Gedung Hijau (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 313).

13.1 Research.

..

List of Universitas Terbuka publications related to climate action, including article title, authors, publication year, journal name, DOI, Scopus indexing status, CiteScore, and CiteScore percentile

13.2 Low carbon energy use

Ini Fasilitas di Gedung UT Purwokerto yang Hadir dengan Konsep Smart dan Green Building

14 Maret 2026

Fasilitas di Gedung UT Purwokerto yang Hadir dengan Konsep Smart dan Green Building membahas pembangunan gedung Universitas Terbuka Purwokerto yang mengusung konsep smart building dan green building untuk mendukung efisiensi energi, kenyamanan, serta keberlanjutan lingkungan. Gedung lima lantai ini dilengkapi teknologi Building Automation System (BAS), sekitar 40% area terbuka hijau, pusat layanan mahasiswa, ruang ujian online, ruang tutorial, studio podcast, taman pintar, serta aula serbaguna berkapasitas hingga 500 orang. Pembangunan tersebut menunjukkan upaya UT dalam menyediakan infrastruktur pendidikan modern, inklusif, berbasis teknologi, dan ramah lingkungan yang berpotensi mendukung pencapaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), khususnya melalui penerapan prinsip bangunan hijau dan efisiensi energi

https://purwokerto.inews.id/read/569425/ini-fasilitas-di-gedung-ut-purwokerto-yang-hadir-dengan-konsep-smart-dan-green-building

Universitas Terbuka Hadirkan Energi Terbarukan di Pantai Galung Sumenep

6 Agustus 2026

Universitas Terbuka melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemasangan solar cell di kawasan wisata Pantai Galung, Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, pada 4–5 Agustus 2025. Program ini bertujuan menyediakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan untuk mendukung operasional kawasan wisata dan pengembangan ekowisata berkelanjutan. Selain pemasangan panel surya, tim UT memberikan pelatihan kepada masyarakat dan pengelola wisata mengenai pengoperasian, perawatan, serta perbaikan sistem energi surya secara mandiri. Kegiatan ini mendorong pemanfaatan energi bersih, kemandirian energi masyarakat, dan pengurangan ketergantungan pada sumber energi konvensional, sehingga relevan dengan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta berpotensi mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim)

https://purwokerto.inews.id/read/569425/ini-fasilitas-di-gedung-ut-purwokerto-yang-hadir-dengan-konsep-smart-dan-green-building

PLN Resmikan SPKLU Perdana Universitas Terbuka Dukung Transisi Energi

24 September 2025

Universitas Terbuka (UT) Tangerang Selatan bekerja sama dengan PT PLN (Persero) melalui PLN UID Jakarta Raya dan UP3 Ciputat meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada September 2025 sebagai langkah mendukung transisi energi bersih dan penggunaan kendaraan listrik. Fasilitas ini dilengkapi dua unit SPKLU tipe AC 22 kW yang dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademika UT maupun masyarakat sekitar. Kehadiran SPKLU di lingkungan kampus diharapkan mendorong penggunaan transportasi rendah emisi, meningkatkan kesadaran terhadap energi ramah lingkungan, serta mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan pencapaian target net zero emission. Inisiatif ini relevan dengan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan PLN

https://tangerang.trenenergi.com/detail/453077/pln-resmikan-spklu-perdana-universitas-terbuka-dukung-transisi-energi

Pemanfaatan Energi Surya sebagai Sumber Energi Rendah Karbon

Universitas Terbuka menunjukkan dukungan terhadap pemanfaatan listrik yang bersumber dari energi rendah karbon melalui pemasangan solar cell di kawasan Wisata Pantai Galung, Sumenep. Kegiatan yang dilaksanakan pada 4–5 Agustus 2025 tersebut merupakan bentuk pemanfaatan energi terbarukan berbasis tenaga surya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain pemanfaatan energi surya, UT juga mendukung transisi energi melalui penyediaan SPKLU di lingkungan kampus bekerja sama dengan PLN. Kehadiran fasilitas tersebut mendukung penggunaan kendaraan listrik dan pengembangan ekosistem transportasi yang lebih rendah emisi. Dengan demikian, inisiatif UT mencerminkan dukungan terhadap diversifikasi sumber energi menuju sumber yang lebih rendah karbon, khususnya melalui pemanfaatan energi surya dan dukungan terhadap elektrifikasi transportasi

13.3 Environmental Education Measures

Kuliah Internasional UIN Saizu & UT Bersama MSU Filipina Bahas Isu Karbon & Teknologi Pangan

10 Juli 2025

Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu), Universitas Terbuka (UT), dan Mindanao State University (MSU), Filipina, menyelenggarakan kuliah internasional yang membahas isu karbon dan teknologi pangan. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan kolaborasi akademik untuk meningkatkan pemahaman mengenai tantangan lingkungan, pengelolaan emisi karbon, serta penerapan teknologi dalam mendukung sistem pangan yang berkelanjutan. Pembahasan tersebut relevan dengan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), khususnya dalam meningkatkan edukasi dan kesadaran terhadap isu karbon, serta SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pengembangan pengetahuan tentang teknologi pangan dan kerja sama antarperguruan tinggi

https://jateng.tribunnews.com/2025/07/10/kuliah-internasional-uin-saizu-ut-bersama-msu-filipina-bahas-isu-karbon-teknologi-pangan

Universitas Terbuka at the Forefront of Green, Inclusive, and Digital Education: UI GreenMetric National Meeting 2025 Strengthens Commitment to Sustainability

6 Oktober 2025

Universitas Terbuka (UT) menjadi tuan rumah Galeri Pembelajaran Jarak Jauh (PTJJ) UT 2025 yang berkolaborasi dengan UI GreenMetric World University Rankings pada 23–25 September 2025 di Universitas Terbuka Convention Center, Tangerang Selatan. Kegiatan ini mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, pembuat kebijakan, dan pakar keberlanjutan untuk membahas integrasi praktik kampus berkelanjutan dengan sistem pembelajaran digital yang inklusif. Forum ini menyoroti potensi pembelajaran digital dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mengurangi dampak lingkungan, serta berbagi praktik baik terkait efisiensi energi, pengelolaan sampah dan air, infrastruktur cerdas, transportasi rendah emisi, dan pendidikan lingkungan. Kegiatan ini memperkuat komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui kolaborasi antara UT, UI GreenMetric, pemerintah, dan berbagai perguruan tinggi di Indonesia

https://uigreenmetric.com/partnerships/news/universitas-terbuka-at-the-forefront-of-green-inclusive-and-digital-education-ui-greenmetric-national-meeting-2025-strengthens-commitment-to-sustainability

Menyandang Predikat Kampus Hijau Digital, UT Raih Penghargaan KGIA 2025

12 September 2025

Universitas Terbuka (UT) meraih penghargaan Katadata Green Initiative Award (KGIA) 2025 dalam kategori Green Campus Digital pada acara Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2025 yang diselenggarakan di Jakarta pada 10 September 2025. Penghargaan ini diberikan atas inisiatif UT dalam menerapkan ekosistem pembelajaran digital dan sistem administrasi tanpa kertas (paperless), termasuk penggunaan tanda tangan elektronik dan pengadaan secara elektronik. Melalui program Green Impact UT, UT juga menerapkan konservasi lingkungan melalui pengelolaan limpasan air hujan hingga 50% volume harian dengan sistem eco-drainage, lubang biopori, dan pembangunan danau buatan untuk menjaga keseimbangan ekosistem kampus. Transformasi digital tersebut turut mendukung perluasan akses pendidikan daring hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekaligus mengurangi penggunaan kertas dan jejak karbon pendidikan. Inisiatif ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim)

https://katadata.co.id/info/68c38d746771f/menyandang-predikat-kampus-hijau-digital-ut-raih-penghargaan-kgia-2025

Universitas Terbuka at the Forefront of Green, Inclusive, and Digital Education: UI GreenMetric National Meeting 2025 Strengthens Commitment to Sustainability

6 Oktober 2025

Universitas Terbuka (UT) menjadi tuan rumah kegiatan UI GreenMetric National Meeting 2025 pada 23–25 September 2025 di Tangerang Selatan, yang mempertemukan perguruan tinggi, pembuat kebijakan, dan pakar keberlanjutan untuk memperkuat komitmen terhadap pendidikan hijau, inklusif, dan digital. Kegiatan ini membahas integrasi prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan kampus, termasuk efisiensi energi, pengelolaan sampah dan air, infrastruktur ramah lingkungan, transportasi rendah emisi, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pendidikan dan mengurangi dampak lingkungan. Melalui forum ini, UT dan perguruan tinggi peserta didorong untuk berbagi praktik baik serta memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan kampus berkelanjutan. Inisiatif ini relevan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)

https://uigreenmetric.com/partnerships/news/universitas-terbuka-at-the-forefront-of-green-inclusive-and-digital-education-ui-greenmetric-national-meeting-2025-strengthens-commitment-to-sustainability

Ketika Mahasiswa UT Jember Turun Tangan Selamatkan Desa Dari Ancaman Banjir

17 Oktober 2025

Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Jember melaksanakan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025 bertema “Desa Iklim” di Desa Semboro, Kabupaten Jember, untuk membantu mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Program ini mencakup pembuatan 40 titik lubang biopori untuk meningkatkan penyerapan air hujan dan mengolah sampah organik menjadi kompos, penanaman 500 bibit pohon aren, ketepeng, dan alpukat di bantaran sungai guna membantu mencegah abrasi, serta kegiatan konservasi sungai melalui aksi bersih-bersih dan edukasi lingkungan bersama warga, pelajar, dan karang taruna. Kegiatan ini mendorong partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana, pengelolaan lingkungan, dan penguatan ketahanan desa terhadap risiko banjir serta perubahan iklim. Inisiatif tersebut mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), sekaligus mengembangkan Desa Semboro menuju masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana

https://www.ut.ac.id/berita-daerah/2025/10/ketika-mahasiswa-ut-jember-turun-tangan-selamatkan-desa-dari-ancaman-banjir/

Mahasiswa UT Jember dan Warga Semboro Wujudkan Desa Iklim Tangguh Banjir

14 Oktober 2025

Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Jember melalui Organisasi Mahasiswa (Ormawa) berkolaborasi dengan masyarakat Desa Semboro, Kabupaten Jember, dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025 bertema “Desa Iklim” untuk mengurangi risiko banjir genangan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Program ini dilaksanakan melalui tiga kegiatan utama, yaitu pemasangan 40 titik lubang biopori untuk meningkatkan penyerapan air hujan sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos, penanaman 500 bibit pohon aren, ketepeng, dan alpukat di bantaran sungai untuk membantu mencegah abrasi dan meningkatkan daya serap air, serta konservasi sungai melalui aksi bersih-bersih dan edukasi lingkungan bersama warga, pelajar, dan karang taruna. Kegiatan ini mendorong partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana, pelestarian lingkungan, dan penguatan ketahanan desa terhadap risiko banjir dan perubahan iklim, sehingga mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim)

https://timesindonesia.co.id/pendidikan/559894/mahasiswa-ut-jember-dan-warga-semboro-wujudkan-desa-iklim-tangguh-banjir

Mitigasi Emisi Karbon, SKSG UI dan Universitas Terbuka Jalin Kemitraan Strategis

1 September 2025

Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Terbuka (UT) menjalin kemitraan penelitian kolaboratif untuk mengkaji strategi mitigasi emisi karbon di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini berfokus pada analisis sumber emisi dari sektor industri kecil dan menengah melalui survei lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan, serta pengukuran kualitas udara yang mencakup parameter PM2.5, PM10, dan gas seperti CO₂ serta NOx. Kegiatan ini melibatkan tim peneliti dari kedua perguruan tinggi dan dukungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB untuk menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan dan Rencana Aksi Daerah dalam mencapai target nol emisi karbon. Kolaborasi ini mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mitigasi emisi gas rumah kaca, SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui peningkatan kualitas udara perkotaan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kerja sama penelitian antarperguruan tinggi dan pemerintah daerah

Workshop Pengelolaan Sampah IKA UT dan Salut Kebumen: Langkah Nyata Jaga Bumi Asri

21 September 2025

Ikatan Keluarga Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) Kebumen berkolaborasi dengan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Kebumen menyelenggarakan workshop bertema “Mengolah Sampah Menata Masa Depan” pada 21 September 2025 di Gedung Teater Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kebumen. Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang ini bertujuan meningkatkan literasi dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah secara bijak dan berkelanjutan. Melalui pemaparan materi dan permainan edukatif Kartu Rumah Minim Sampah (KMS), peserta diajak memahami hubungan antara pola konsumsi rumah tangga dan timbulan sampah sehari-hari serta mendorong perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan ini merupakan kontribusi UT melalui jejaring alumni dan layanan pendidikannya dalam meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat, sekaligus mendukung SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)

https://www.ut.ac.id/berita-salut/2025/09/workshop-pengelolaan-sampah-ika-ut-dan-salut-kebumen-langkah-nyata-jaga-bumi-asri/

Hirup Napas Hijau, Tanam Masa Depan: Cara UT Gaungkan SDGs Lewat Aksi Kolektif

26 September 2025

Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Green Breath Activity bertajuk “Hirup Napas Hijau, Tanam Masa Depan” pada 25 September 2025 di kawasan Danau UT, Tangerang Selatan, sebagai bagian dari penutupan rangkaian Galeri PTJJ UT dan UI GreenMetric National Meeting 2025. Kegiatan yang dipimpin oleh Rektor UT bersama Wakil Ketua UI GreenMetric ini diikuti oleh 76 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan diisi dengan penanaman pohon Tabebuya, cengkeh, dan kamboja Bali sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan. UT juga menegaskan bahwa penerapan sistem pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran digital dapat membantu mengurangi kebutuhan transportasi, penggunaan energi, serta polusi dari emisi karbon. Kegiatan ini mendorong aksi kolektif dan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, komunitas, dan media dalam mewujudkan kampus hijau serta lingkungan yang berkelanjutan, sehingga relevan dengan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 15 (Ekosistem Daratan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)

13.4 Commitment to carbonneutral university

Ketika UI dan Universitas Terbuka ajak IKM Bertransformasi Menuju Net Zero Emission

6 September 2025

Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) melalui program Smart Green 2025 menyelenggarakan sosialisasi dan pendampingan Net Zero Emission bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini melibatkan Dinas UMKM, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB, serta pelaku IKM untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengurangi emisi karbon melalui praktik produksi ramah lingkungan. Materi yang diberikan meliputi pengukuran jejak karbon dari aktivitas produksi, strategi pengurangan emisi gas rumah kaca, pengelolaan limbah melalui daur ulang dan pengomposan, serta alternatif proses produksi yang lebih ramah lingkungan untuk mengatasi polusi udara dari pembakaran gerabah. Peserta juga memperoleh pendampingan untuk menyusun rencana aksi Net Zero Emission sesuai karakteristik usaha masing-masing. Kegiatan ini mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mitigasi emisi karbon, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan produksi dan pengelolaan limbah berkelanjutan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha

https://www.tvonenews.com/berita/368665-ketika-ui-dan-universitas-terbuka-ajak-ikm-bertransformasi-menuju-net-zero-emission

Menyandang Predikat Kampus Hijau Digital, Universitas Terbuka Raih Penghargaan KGIA 2025

11 September 2025

Universitas Terbuka (UT) meraih penghargaan Katadata Green Initiative Award (KGIA) 2025 dalam kategori Green Campus Digital pada ajang Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2025 yang diselenggarakan di Jakarta pada 10 September 2025. Penghargaan ini mencerminkan komitmen UT dalam mengembangkan ekosistem pendidikan digital yang ramah lingkungan melalui penerapan sistem administrasi paperless, penggunaan tanda tangan elektronik, dan pengadaan secara elektronik untuk mengurangi penggunaan kertas serta jejak karbon. Melalui inisiatif Green Impact UT, UT juga menerapkan upaya konservasi lingkungan melalui sistem eco-drainage, lubang biopori, dan pembangunan danau buatan untuk menjaga keseimbangan ekosistem kampus. Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan komitmen institusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengurangan dampak emisi karbon sebagai bagian dari upaya mendukung indikator SDGs Commitment to Carbon-Neutral University, khususnya dalam membangun budaya kampus hijau dan mendorong transformasi menuju universitas yang lebih rendah karbon

https://www.ut.ac.id/berita/2025/09/menyandang-predikat-kampus-hijau-digital-universitas-terbuka-raih-penghargaan-kgia-2025/